JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) secara resmi meluncurkan buku bertajuk “Mengenal dan Memahami Perdagangan Karbon bagi Sektor Jasa Keuangan” sebagai langkah strategis memperkuat peran sektor keuangan dalam mendukung transisi menuju ekonomi hijau dan pembangunan rendah karbon di Indonesia.
Acara peluncuran yang berlangsung di Main Hall Bursa Efek Indonesia ini dihadiri langsung oleh Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Inarno Djajadi, Direktur Utama BEI Iman Rachman, serta Direktur Utama KSEI Samsul Hidayat.
Mahendra Siregar menyampaikan bahwa peluncuran buku ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU PPSK), yang memberikan mandat kepada OJK untuk mengatur dan mengembangkan perdagangan karbon di pasar sekunder.
“Masalah krisis iklim membutuhkan solusi nyata dan kolaboratif. Salah satunya adalah melalui perdagangan karbon,” kata Mahendra dalam sambutannya, Selasa (15/07/2025).
Buku ini disusun secara komprehensif dan aplikatif, mencakup prinsip dasar, regulasi, dan mekanisme perdagangan karbon, serta menjelaskan peran penting sektor jasa keuangan dalam ekosistem pasar karbon nasional maupun global.
Mahendra menjelaskan bahwa buku tersebut juga memuat risiko yang mungkin timbul dalam perdagangan karbon, termasuk potensi kecurangan, misstatement, dan praktik greenwashing yang bisa mencederai integritas pasar.
Ia menekankan pentingnya pengawasan yang efektif dan sistem tata kelola yang kokoh agar pasar karbon Indonesia dapat berjalan secara kredibel dan terpercaya oleh para pelaku industri dan masyarakat luas.
Direktur Utama BEI Iman Rachman juga memberikan apresiasi kepada OJK dan Kementerian Lingkungan Hidup atas kolaborasi dalam pembangunan infrastruktur perdagangan karbon di Indonesia.
Hingga pertengahan Juli 2025, total transaksi perdagangan karbon Indonesia telah mencapai 1,59 juta ton CO2e senilai Rp78 miliar, dengan 8 proyek terdaftar dari sektor energi dan pengguna jasa yang melonjak tajam.
“Kami berharap buku ini dapat menjadi rujukan yang bermanfaat bagi seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung target Net Zero Emission tahun 2060,” tandas Mahendra. (Red/Adv)