banner 468x60
AKADEMIKAHEADLINE

Deep Learning Jadi Fokus Kuliah Umum Prodi Pendidikan Kimia FKIP UPR

FOTO Ist.: Suasana kegiatan kuliah umum Prodi Pendidikan Kimia FKIP UPR.
banner 468x60

PALANGKARAYA – Program Studi Pendidikan Kimia, FKIP Universitas Palangka Raya (UPR) menyelenggarakan kuliah umum bertajuk “Smart Chemistry Learning: Optimalisasi Pembelajaran Kimia dengan Deep Learning.” Acara berlangsung di Gedung PPIIG UPR, ruang Teater A Lantai 6, serta Zoom Meeting, Rabu (27/08/2025).

banner 300x600

Acara ini dibuka oleh Dekan FKIP UPR, Dr. Rinto Alexandro, S.E., M.M., yang diwakili Ketua Jurusan Pendidikan MIPA, Drs. I Made Sadiana, M.Si.

Narasumber utama kuliah umum adalah Dr. Das Salirawati, M.Si., akademisi dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Kegiatan juga dihadiri Koordinator Prodi Pendidikan Kimia, Maya Erliza Anggraeni, S.Pd., M.Pd., dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa S1, S2, serta stakeholder pendidikan.

FOTO Ist.: Suasana kegiatan kuliah umum Prodi Pendidikan Kimia FKIP UPR.

Dalam sambutannya, I Made menyampaikan kuliah umum ini merupakan momentum penting untuk memperkuat kualitas pembelajaran. “Kuliah umum ini sangat penting sebagai ruang akademik untuk memperluas wawasan dan menjawab kebutuhan zaman,” ucapnya, Rabu (27/08/2025).

Baca Juga  Agustiar Sabran Raih Penghargaan Inovasi Pendidikan di Pemimpin Daerah Award 2025

Ia juga menjelaskan bahwa di tahun 2025, Jurusan Pendidikan MIPA FKIP UPR telah melaksanakan reakreditasi tiga prodi. Dua di antaranya berhasil meraih predikat unggul, sementara satu prodi lain masih menunggu hasil resmi.

Menurutnya, hasil tersebut menjadi motivasi bagi seluruh sivitas akademika agar terus meningkatkan kualitas pendidikan di FKIP UPR. Ia berharap, di tahun mendatang, lebih banyak prodi mampu menyandang predikat unggul.

FOTO Ist.: Suasana kegiatan kuliah umum Prodi Pendidikan Kimia FKIP UPR.

Wakil Dekan Bidang Keuangan dan Umum FKIP UPR, Dr. Eriawaty, M.Pd., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi program kerja fakultas. Menurutnya, kuliah umum tidak hanya bermanfaat bagi pengayaan ilmu, tetapi juga untuk pembentukan kepribadian mahasiswa.

“Mahasiswa harus dibekali kesiapan akademik, mental, dan profesionalisme sejak dini, sehingga nantinya siap terjun sebagai guru maupun tenaga profesional,” ungkapnya.

Koordinator Prodi Pendidikan Kimia, Maya Erliza Anggraeni, menjelaskan bahwa pendekatan deep learning memiliki nilai strategis dalam pembelajaran abad 21. Menurutnya, mahasiswa tidak hanya dituntut memahami teori, tetapi juga mampu mengaitkan dengan praktik nyata.

Baca Juga  PKK Palangka Raya Perkuat UMKM Lewat Sertifikasi dan Labelisasi

“Pembelajaran yang bermakna akan menumbuhkan rasa ingin tahu, kreativitas, dan keterampilan berpikir kritis mahasiswa. Dengan begitu, mereka mampu berkontribusi lebih luas di masyarakat,” tandas Maya. (Red/Adv)

+ posts
banner 300250
banner 468x60
Exit mobile version