AKADEMIKAHEADLINEPEMKOT PALANGKA RAYA

Hilirisasi Perikanan Jadi Sorotan, Fakultas Pertanian UPR dan MPHPI Sukses Gelar Seminar Nasional ke-16

91
×

Hilirisasi Perikanan Jadi Sorotan, Fakultas Pertanian UPR dan MPHPI Sukses Gelar Seminar Nasional ke-16

Sebarkan artikel ini
FOTO Ist.: Seminar Nasional ke-16 dan Pertemuan Ilmiah ke-17 MPHPI di Universitas Palangka Raya.

PALANGKARAYA – Fakultas Pertanian Universitas Palangka Raya bekerja sama dengan Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI) sukses menggelar Seminar Nasional ke-16 dan Pertemuan Ilmiah ke-17 pada 8–9 November 2025. Lebih dari 200 peserta dari perguruan tinggi, lembaga penelitian, industri perikanan, serta pemerintah pusat dan daerah hadir, menjadikan forum ini ruang strategis untuk mempercepat hilirisasi dan diversifikasi produk perikanan nasional.

Ketua Panitia Pelaksana, Dr. Firlianty, S.Pi., M.S., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen UPR dalam memperkuat riset pengolahan hasil perikanan, khususnya di kawasan Kalimantan dan Indonesia bagian tengah. “Forum ilmiah ini memberikan ruang kolaborasi yang lebih luas antara akademisi, pelaku usaha, dan pemerintah untuk mendorong implementasi hasil riset,” ujarnya.

Firlianty menegaskan bahwa tema “Kemandirian Perikanan Indonesia melalui Hilirisasi Terintegrasi dan Diversifikasi Produk” dipilih sebagai jawaban atas kebutuhan transformasi sektor perikanan nasional. Hilirisasi, menurutnya, bukan hanya mengolah hasil perikanan, tetapi mengubah riset menjadi produk bernilai ekonomi tinggi, membuka pasar baru, dan memperkuat daya saing.

Baca Juga  Bupati Apresiasi Kesiapsiagaan Tim dan Fasilitas BPBD

Dekan Fakultas Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan UPR, Dr. Wilson, dalam sambutannya menyebut bahwa Kalimantan Tengah memiliki potensi besar di sektor perikanan air tawar, namun masih menghadapi persoalan pencemaran merkuri di beberapa wilayah sungai. Ia menegaskan bahwa fakultas siap membuka ruang kolaborasi riset, publikasi bersama, dan pemanfaatan laboratorium untuk memperkuat riset nasional.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik, Dr. Natalina Asi, M.A., menekankan peran strategis UPR dalam pengembangan riset gambut, dukungan terhadap pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), serta percepatan transformasi riset menuju Indonesia Emas 2045. “Komitmen UPR adalah memperkuat kemitraan pentahelix agar riset tidak berhenti sebagai publikasi, tetapi menjadi teknologi dan solusi kebijakan,” tegasnya.

Forum ilmiah ini turut menghadirkan tokoh nasional, termasuk Ketua Umum MPHPI/IPB University, Prof. Dr. Ir. Nurjanah, M.S., yang menekankan percepatan hilirisasi dan komersialisasi hasil riset melalui kolaborasi lintas sektor. Ia menyebutkan bahwa MPHPI kini memiliki sekitar 500 anggota aktif dan terus memperluas kerja sama pentahelix.

Sejumlah akademisi berbagai perguruan tinggi turut memberi pandangan, antara lain Prof. Dr. Sc. Amir Husni, S.Pi., M.P. (UGM), Prof. Dr. Ir. Tati Nurhayati, M.Si. (IPB University), dan Prof. Dr. Ir. Eddy Suprayitno, M.S. (Universitas Brawijaya). Mereka menyoroti pentingnya kurikulum responsif industri, riset terapan, serta diversifikasi produk bernilai tinggi berbasis teknologi ramah lingkungan.

Baca Juga  Banmus DPRD Kalteng Tetapkan Ulang Agenda Persidangan II 2026, Target Raperda Rampung Maret

Acara ditutup dengan pelantikan Pengurus MPHPI Korwil Kalteng dan Kalsel, sesi paralel berisi 58 pemakalah, serta Gelar Produk Inovasi.

“Dari Palangka Raya, kami ingin mengirim pesan bahwa masa depan perikanan Indonesia ada di tangan riset, inovasi, dan kerja sama yang berkelanjutan,” tandas Firlianty. (Red/Adv)

+ posts