HEADLINEPEMKOT PALANGKA RAYA

Restocking Ikan Lokal Perkuat Ekosistem Perairan Palangka Raya

49
×

Restocking Ikan Lokal Perkuat Ekosistem Perairan Palangka Raya

Sebarkan artikel ini
FOTO Ist.: Wakil Wali Kota Palangka Raya Achmad Zaini

PALANGKARAYA – Pemerintah Kota Palangka Raya melalui Dinas Perikanan kembali memperlihatkan komitmennya dalam menjaga keberlanjutan ekosistem perairan umum. Upaya itu diwujudkan melalui kegiatan restocking benih ikan lokal yang dilaksanakan di Danau Rigei, Kelurahan Tumbang Tahai, Kecamatan Bukit Batu, baru-baru ini.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa restocking merupakan langkah konkret pemerintah dalam melestarikan sumber daya perikanan yang menjadi tumpuan hidup masyarakat nelayan kecil.

“Restocking ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Ini adalah upaya menjaga stok ikan lokal agar tetap lestari dan bisa terus dinikmati oleh masyarakat, terutama para nelayan yang menggantungkan hidupnya pada perairan umum,” ujarnya.

Pada kegiatan itu, Pemerintah Kota Palangka Raya bersama Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT) Mandiangin melakukan penebaran sebanyak 114.086 ekor benih ikan lokal. Jumlah tersebut terdiri dari 75.000 ekor ikan betok dan 25.000 ekor ikan kelabau dari bantuan BPBAT Mandiangin. Kemudian sebanyak 6.086 ekor ikan betok dan 8.000 ekor ikan gabus berasal dari dana APBD Dinas Perikanan Kota Palangka Raya.

Zaini menyampaikan kegiatan ini bertepatan dengan peringatan Hari Ikan Nasional (Harkannas) ke-12 Tahun 2025 yang mengusung tema “Ikan Menyehatkan dan Mencerdaskan untuk Generasi Unggul.” Ia berharap momentum tersebut semakin menumbuhkan kepedulian masyarakat dalam menjaga ekosistem perairan daerah.

Baca Juga  Kilau Masa Depan, Perempuan Jadi Garda Terdepan Ekonomi Keluarga

Ia menambahkan Palangka Raya memiliki perairan umum seluas 515,8 kilometer persegi yang mencakup sungai, danau, dan rawa. Dengan wilayah yang luas, pengelolaan berkelanjutan dianggap sangat penting agar potensi perikanan tetap produktif bagi kebutuhan pangan dan ekonomi masyarakat.

Data Dinas Perikanan mencatat produksi perikanan tangkap perairan umum pada 2024 mencapai 5.216 ton. Angka tersebut mengalami kenaikan tipis dibanding tahun sebelumnya, yang dinilai menjadi indikator positif meski masih memerlukan penguatan dari sisi ekologi maupun pengawasan.

Menurut Zaini, program restocking akan berhasil jika seluruh pemangku kepentingan berperan aktif. Mulai dari perangkat daerah, kelompok masyarakat pengawas, hingga nelayan, semua memiliki tanggung jawab menjaga keseimbangan alam dan keberlanjutan perairan umum.

Pemerintah kota juga tengah menyiapkan langkah strategis lanjutan untuk memperkuat pengelolaan perikanan tangkap berkelanjutan. Upaya ini meliputi pengawasan sumber daya ikan, edukasi masyarakat, serta pemanfaatan teknologi budidaya yang lebih ramah lingkungan.

“Kegiatan seperti ini harus kita kawal bersama. Pemerintah daerah, masyarakat, dan seluruh pihak terkait perlu menjaga ekosistem yang ada. Ini bukan hanya tentang hari ini, tetapi tentang keberlangsungan hidup anak cucu kita ke depan,” tandas Zaini. (Red/Adv)

Baca Juga  Kolaborasi Lintas Negara Wujudkan Transformasi Pendidikan Global
+ posts