PALANGKA RAYA – Anggota DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Okki Maulana, mendorong agar pembangunan daerah pada tahun 2026 dilaksanakan secara lebih tepat sasaran dan inklusif, sehingga seluruh lapisan masyarakat dapat merasakan manfaatnya secara adil dan merata.
Ia menilai, tahun 2026 merupakan momentum penting untuk memperkuat hasil-hasil pembangunan sebelumnya sekaligus menjawab berbagai tantangan yang masih dihadapi, khususnya di wilayah pedalaman dan kawasan dengan keterbatasan akses infrastruktur.
Menurut Okki, Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2026 harus disusun berdasarkan data dan kebutuhan nyata di lapangan.
Dengan demikian, setiap program yang dijalankan benar-benar menyentuh persoalan mendasar masyarakat, baik di sektor ekonomi, sosial, maupun pelayanan publik.
“Perencanaan yang berbasis kebutuhan riil masyarakat sangat penting agar anggaran yang digunakan dapat memberikan hasil yang maksimal,” ujarnya, Rabu (7/1/2026).
Sebagai anggota komisi DPRD yang membidangi pembangunan daerah, pekerjaan umum, dan transmigrasi, Okki kembali menekankan pentingnya percepatan pembangunan infrastruktur dasar.
Ia menyebutkan, pembangunan dan peningkatan kualitas jalan, jembatan, serta fasilitas umum lainnya berperan besar dalam membuka akses wilayah, menurunkan biaya logistik, dan mendorong aktivitas ekonomi masyarakat.
Di sektor ekonomi, ia mengingatkan agar pengelolaan sumber daya alam dilakukan secara bijak dengan tetap mengedepankan prinsip keberlanjutan.
Menurutnya, keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan pelestarian lingkungan harus menjadi perhatian dalam setiap kebijakan pembangunan.
Selain itu, Okki juga menilai penguatan UMKM perlu terus ditingkatkan melalui program yang terintegrasi, mulai dari pelatihan keterampilan, kemudahan perizinan, hingga dukungan pemasaran produk lokal.
Langkah tersebut dinilai mampu menciptakan lapangan kerja dan memperkuat ketahanan ekonomi daerah.
Dalam hal pelayanan publik, ia menekankan pentingnya pemerataan akses pendidikan dan kesehatan, terutama bagi masyarakat di daerah terpencil. Ia berharap pemerintah daerah dapat memastikan kualitas layanan yang sama baiknya di seluruh wilayah Kalteng.
“Pembangunan harus mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh, bukan hanya terpusat di wilayah tertentu,” tegasnya.
Okki menambahkan, keberhasilan pembangunan daerah tidak terlepas dari sinergi semua pihak.
Ia mengajak pemerintah, DPRD, dunia usaha, dan masyarakat untuk terus memperkuat kolaborasi demi mewujudkan Kalimantan Tengah yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan pada tahun 2026. (dam)



















