HEADLINEPEMPROV KALIMANTAN TENGAH

Panen Raya Bersama Presiden, Kalteng Optimalkan Program Pertanian Dukung Kedaulatan Pangan

10
×

Panen Raya Bersama Presiden, Kalteng Optimalkan Program Pertanian Dukung Kedaulatan Pangan

Sebarkan artikel ini

PALANGKA RAYA – Pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian Republik Indonesia menggelar Panen Raya Nasional yang dirangkai dengan pengumuman Swasembada Pangan oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, pada Rabu (7/1/2026), sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras petani dan seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan sektor pertanian.

Kegiatan tersebut dilaksanakan secara luring dengan melibatkan sekitar 5.000 petani dan penyuluh, serta diikuti secara daring oleh kurang lebih 2 juta petani dari berbagai daerah di Indonesia.

Turut hadir dalam kegiatan ini jajaran kepala daerah serta unsur TNI dan Polri yang selama ini berperan aktif dalam pendampingan program pertanian di daerah.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia telah mencapai swasembada pangan pada tahun 2025, sehingga kebutuhan pangan nasional dapat dipenuhi tanpa ketergantungan pada impor.

“Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, saya Prabowo Subianto Presiden Republik Indonesia, dengan ini mengumumkan telah tercapainya swasembada pangan tahun 2025 bagi seluruh bangsa Indonesia,” ujar Presiden.

Di Kalimantan Tengah, Gubernur Kalteng Agustiar Sabran mengikuti kegiatan secara virtual yang diwakili oleh Wakil Gubernur Edy Pratowo dari lokasi lahan pertanian di Jalan Alson II Lingkar Luar Kota Palangka Raya.

Edy Pratowo menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus berupaya memperkuat sektor pertanian melalui berbagai program, baik peningkatan produksi, perluasan lahan, hingga penguatan sarana dan prasarana penunjang pertanian.

Baca Juga  Wagub Edy Pratowo Pimpin HUT ke-75 Barito Utara, Soroti Pemerataan Pembangunan hingga Pedalaman

Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan dalam mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan.

Ia juga menegaskan bahwa meskipun pada tahun 2026 terdapat penyesuaian anggaran, Pemprov Kalteng tetap memprioritaskan program strategis di bidang pertanian dan ketahanan pangan.

Selain pengembangan komoditas padi, Pemprov Kalteng mendorong pengembangan komoditas lain seperti jagung dan hortikultura sesuai potensi wilayah. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas pasokan pangan sekaligus meningkatkan pendapatan petani.

Hingga tahun 2026, Pemprov Kalteng merencanakan cetak sawah tahap kedua dengan total luas kontrak mencapai 33.790 hektare dan nilai anggaran lebih dari Rp1,179 triliun, sebagai upaya memperluas areal tanam dan meningkatkan produksi padi di daerah.

Untuk mendukung hilirisasi, pemerintah daerah juga membangun Rice Milling Unit di Sampit dan Lempuyang serta fasilitas Rice to Rice di Desa Pantik, Kabupaten Pulang Pisau, guna meningkatkan kualitas dan nilai jual beras produksi petani lokal.

Selain itu, pembangunan pabrik pakan ternak di Parenggean yang memanfaatkan jagung sebagai bahan baku diharapkan dapat memperkuat integrasi sektor pertanian dan peternakan serta membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Edy Pratowo juga menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian pascapanen berupa power thresher kepada perwakilan kelompok tani, sebagai bentuk dukungan nyata pemerintah dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas hasil panen. (red/adv)

Baca Juga  Siap Berkontestasi di Pilkada Bartim, Pasangan Muhammad Yamin dan Adi Mula Nakalelo Terima Rekom dari Partai NasDem
+ posts