HEADLINEPEMPROV KALIMANTAN TENGAH

Disdik Kalteng Perkuat Literasi Teknologi, Targetkan Sekolah Hasilkan Inovasi Berbasis AI dan STEM

36
×

Disdik Kalteng Perkuat Literasi Teknologi, Targetkan Sekolah Hasilkan Inovasi Berbasis AI dan STEM

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Kegiatan belajar mengajar disalah satu SMA di Palangka Raya.

PALANGKA RAYA – Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah terus memperkuat literasi teknologi di lingkungan sekolah dengan menitikberatkan penguasaan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), coding, serta penerapan Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) sebagai prioritas kebijakan pendidikan tahun 2026.

Upaya ini diarahkan untuk mendorong lahirnya inovasi sekaligus meningkatkan daya saing peserta didik.

Hal tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan Kalteng, Muhammad Reza Prabowo, dalam rapat koordinasi lanjutan secara daring bersama pengawas dan kepala SMA, SMK, serta Sekolah Khusus (SKH) se-Kalimantan Tengah, belum lama ini.

Reza menuturkan, pemanfaatan teknologi digital harus menjadi bagian dari budaya belajar di sekolah.

Guru didorong untuk meningkatkan kompetensi agar mampu mengintegrasikan AI dan coding dalam proses pembelajaran secara kreatif dan bertanggung jawab.

“Kalau di pusat orang bicara STEM, kita di daerah sudah bicara implementasinya. Artinya, pembelajaran tidak hanya teori, tetapi memberi dampak nyata bagi kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Untuk mendukung hal tersebut, Disdik Kalteng mendorong pembentukan Research Club di setiap satuan pendidikan.

Melalui wadah ini, peserta didik diharapkan aktif melakukan riset dan menghasilkan minimal satu karya inovatif setiap tahun, dengan pendampingan guru sebagai pembimbing.

Menurut Reza, riset harus menjadi sarana pembelajaran yang menumbuhkan daya pikir kritis, kreativitas, serta kemampuan memecahkan masalah.

Ia menegaskan, peran guru lebih pada mengarahkan dan memastikan proses berjalan sesuai potensi sekolah.

Baca Juga  Dewan Dorong Upaya Pemda di Kalteng Tingkatkan Kualitas SDM

Pada jenjang SMA, kolaborasi lintas mata pelajaran seperti biologi, fisika, dan kimia dipandang penting untuk mengembangkan riset berbasis sains.

Sementara itu, SKH diharapkan mampu menggali keunikan peserta didiknya sebagai bahan pengembangan inovasi yang bernilai.

Reza juga menekankan pemanfaatan potensi lokal sebagai sumber ide riset. Komoditas daerah dapat dikembangkan menjadi produk inovatif yang memiliki manfaat ekonomi maupun edukatif.

“Inovasi bisa lahir dari lingkungan sekitar. Yang terpenting adalah keberanian untuk mencoba dan konsistensi dalam mengembangkan ide,” katanya.

Selain riset berbasis potensi daerah, pendekatan berbasis lingkungan juga terus didorong, seperti pemanfaatan sumber daya alam sekitar sebagai media pembelajaran aplikatif.

Hal ini dinilai dapat meningkatkan kepedulian siswa terhadap lingkungan sekaligus melatih keterampilan praktis.

Untuk SMK, riset diarahkan sesuai kompetensi keahlian masing-masing, baik di bidang teknologi jaringan, rekayasa, maupun vokasi lainnya. Konsep one school one product ditargetkan menjadi standar minimal inovasi di setiap sekolah.

Lebih lanjut, sekolah diimbau aktif mempublikasikan hasil karya melalui media digital dan media sosial agar capaian peserta didik dapat diketahui masyarakat luas.

Ke depan, Disdik Kalteng juga berencana menggelar ajang inovasi berbasis zonasi wilayah sebagai wadah apresiasi dan pertukaran gagasan.

Selain itu, peluang kolaborasi dengan dunia usaha dan industri melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) terus dibuka guna mendukung keberlanjutan riset dan pengembangan inovasi di sekolah.

“Melalui kolaborasi dan inovasi berkelanjutan, diharapkan kualitas pendidikan Kalimantan Tengah semakin meningkat dan mampu bersaing di tingkat yang lebih luas,” pungkasnya. (red/adv)

Baca Juga  Sinergi Sektor Pariwisata dan UMKM Penting untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi
+ posts