EKONOMI & BISNISHEADLINEPEMKOT PALANGKA RAYAPEMPROV KALIMANTAN TENGAH

Jelang Ramadan 1447H, Bank Indonesia Kalteng Luncurkan SERAMBI 2026 untuk Memastikan Ketersediaan Uang Layak Edar 

5
×

Jelang Ramadan 1447H, Bank Indonesia Kalteng Luncurkan SERAMBI 2026 untuk Memastikan Ketersediaan Uang Layak Edar 

Sebarkan artikel ini
FOTO Ist.: Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah Yuliansah Andrias, bersama Walikota Palangka Raya, Fairid Naparin.

PALANGKARAYA – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah meluncurkan program Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idul Fitri (SERAMBI) 2026 sebagai langkah strategis menjaga ketersediaan uang layak edar menjelang Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah. Program ini difokuskan pada pemenuhan kebutuhan uang tunai masyarakat dengan jumlah memadai serta pecahan yang sesuai.

Peluncuran SERAMBI 2026 menjadi bagian dari komitmen Bank Indonesia dalam memastikan kelancaran sistem pembayaran serta memberikan kenyamanan bertransaksi. Momentum keagamaan yang identik dengan peningkatan aktivitas ekonomi dinilai memerlukan kesiapan layanan kas yang optimal, baik dari sisi distribusi maupun kualitas uang rupiah yang beredar.

Melalui program tersebut, akses layanan penukaran uang rupiah diperluas agar masyarakat dapat memperoleh uang layak edar secara mudah dan aman. Pendekatan ini dirancang untuk mendekatkan layanan kepada pusat aktivitas ekonomi, sekaligus meminimalkan potensi kendala distribusi uang tunai di wilayah Kalimantan Tengah.

Bank Indonesia Kalimantan Tengah juga memperkuat sinergi dengan jaringan ritel modern dan pelaku usaha lokal. Kerja sama dilakukan dengan Indomaret, Alfamart, KPD Swalayan, dan Sendys guna menghadirkan titik layanan penukaran uang yang lebih merata dan inklusif. Skema ini diharapkan mampu menjangkau masyarakat secara lebih luas, termasuk di area dengan mobilitas ekonomi tinggi.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, Yuliansah Andrias, menegaskan bahwa SERAMBI merupakan wujud nyata kehadiran Bank Indonesia dalam memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap uang rupiah.

“Ini adalah wujud dedikasi tanpa henti Bank Indonesia dalam menghadirkan service excellence di bidang layanan kas yang andal. Dalam pelaksanaannya, kami juga menginstruksikan perbankan di daerah untuk bersinergi secara solid dalam mengantisipasi dan mengelola lonjakan permintaan uang rupiah di tengah masyarakat Kalimantan Tengah,” ujar Yuliansah Andrias, Kamis (19/02/2026).

Baca Juga  NasDem Kalteng Serahkan Tiga Ekor Sapi Kurban untuk Warga Palangkaraya

Selain layanan kas, Bank Indonesia Kalimantan Tengah turut memperkenalkan inovasi digital melalui program Harmoni Amal Pembayaran QRIS Kalimantan Tengah (HAPAQAT). Program ini merupakan kolaborasi bersama Pemerintah Kota Palangka Raya, PT Bank Kalteng, dan Baznas Kota Palangka Raya untuk memperkuat digitalisasi pembayaran zakat, infak, dan sedekah berbasis QRIS.

Digitalisasi Unit Pengumpul Zakat di lingkungan organisasi perangkat daerah menjadi target utama program tersebut. Upaya ini diarahkan untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan modernisasi tata kelola dana sosial keagamaan. Langkah tersebut sekaligus mencerminkan percepatan transformasi digital dalam ekosistem pembayaran daerah.

Untuk memperluas jangkauan layanan, Bank Indonesia juga mengoptimalkan kas keliling terpadu dengan pola jemput bola. Layanan dijadwalkan hadir di sejumlah titik strategis, antara lain Pasar Kereng Pangi pada 2 Maret 2026, Pasar Wadai Mantikai pada 4 Maret, Pasar Wadai Yos Sudarso pada 10 Maret, serta Pasar Wadai Masjid Kubah Kecubung pada 12 Maret 2026.

Dari sisi stabilitas ekonomi, Bank Indonesia Kalimantan Tengah bersinergi dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah dan Perum BULOG dalam pelaksanaan operasi pasar murah. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Pasar Besar pada 20 Februari 2026, Pasar Kahayan pada 23 Februari, dan Pasar Rajawali pada 25 Februari 2026 guna menjaga stabilitas harga bahan pokok.

Langkah pengendalian inflasi ini difokuskan pada kelompok bahan pangan bergejolak, terutama menjelang puncak permintaan Ramadan dan Idul Fitri. Ketersediaan pasokan serta keterjangkauan harga menjadi prioritas untuk menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas ekonomi daerah.

Bank Indonesia Kalimantan Tengah juga memperkuat edukasi publik melalui kampanye Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah, perluasan akseptasi QRIS, serta penguatan perlindungan konsumen. Masyarakat diimbau untuk mengenali keaslian rupiah, memanfaatkan transaksi digital secara bijak, dan meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko kejahatan keuangan digital.

Baca Juga  OJK Cabut Izin TaniFund dan Investree, Penegakan Hukum Diperkuat

“Melalui SERAMBI 2026, kami ingin memastikan masyarakat dapat bertransaksi dengan aman, nyaman, dan efisien, sekaligus memperkuat ekosistem pembayaran yang inklusif, modern, dan terpercaya guna mendukung stabilitas ekonomi daerah selama Ramadan dan Idul Fitri,” tandas Yuliansah Andrias.

Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, menyampaikan apresiasi atas inisiatif Bank Indonesia yang dinilai memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Pemerintah Kota Palangka Raya mendukung penuh langkah proaktif Bank Indonesia melalui program SERAMBI dan HAPAQAT. Kehadiran inisiatif ini tidak hanya menjawab kebutuhan masyarakat terhadap akses uang tunai menjelang hari raya, tetapi juga memperkuat elektronifikasi pembayaran zakat melalui QRIS yang sejalan dengan visi mewujudkan tata kelola pemerintahan dan sosial yang transparan serta modern di Kota Palangka Raya,” tegas Fairid Naparin.

Program SERAMBI 2026 diharapkan mampu memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap kualitas layanan kas dan sistem pembayaran, sekaligus menjaga stabilitas ekonomi daerah pada periode strategis Ramadan dan Idul Fitri. (Red/Adv)