PALANGKARAYA – Keberhasilan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) di Kalimantan Tengah sangat bergantung pada partisipasi aktif para pelaku usaha. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Tengah menegaskan pentingnya keterbukaan dan kejujuran responden dalam memberikan data guna menghasilkan potret ekonomi yang akurat.
Kepala BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, menyampaikan bahwa data yang dikumpulkan dalam sensus ini akan menjadi dasar utama dalam penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi, baik di tingkat daerah maupun nasional.
“Untuk itu, kami pun meminta kepada masyarakat, terutama para pelaku usaha di seluruh wilayah Kalimantan Tengah, agar kiranya bersedia menerima petugas SE2026, serta memberikan jawaban yang jujur, sehingga jawaban itu nantinya akan kembali lagi ke masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, keterlibatan pelaku usaha bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi juga bentuk kontribusi nyata dalam mendukung arah pembangunan ekonomi yang lebih tepat sasaran.
Data yang akurat akan membantu pemerintah dalam merancang program yang sesuai dengan kondisi riil di lapangan.
BPS Kalteng sendiri telah menyiapkan sekitar 2.500 petugas lapangan yang akan bertugas mulai Mei hingga Agustus 2026.
Para petugas tersebut akan melakukan pendataan langsung ke berbagai unit usaha, mulai dari skala kecil hingga besar, di seluruh kabupaten/kota.
Selain itu, BPS juga memastikan bahwa setiap petugas dilengkapi atribut resmi seperti rompi dan tanda pengenal, guna memberikan rasa aman dan kepercayaan bagi responden. Hal ini diharapkan dapat meminimalisasi keraguan maupun penolakan saat proses pendataan berlangsung.
Meski demikian, Agnes mengakui bahwa sensus ekonomi memiliki tantangan tersendiri, terutama karena data yang dikumpulkan bersifat sensitif, seperti jumlah tenaga kerja dan biaya operasional usaha. Oleh sebab itu, pihaknya terus mengedukasi masyarakat bahwa seluruh informasi yang diberikan akan dijaga kerahasiaannya.
“Kami berharap tidak ada penolakan di lapangan, karena apabila itu terjadi, maka data yang diperlukan tidak dapat terpenuhi secara maksimal,” katanya.
Untuk mempermudah proses pengisian data, BPS juga menyediakan metode kuesioner daring yang ditujukan bagi perusahaan-perusahaan berskala besar. Langkah ini diharapkan dapat memberikan fleksibilitas sekaligus meningkatkan efisiensi dalam pengumpulan data.
Dengan dukungan penuh dari pelaku usaha, BPS Kalimantan Tengah optimistis Sensus Ekonomi 2026 dapat berjalan lancar dan menghasilkan data berkualitas sebagai fondasi pembangunan ekonomi daerah yang lebih baik ke depan. (Red/Adv)










