AKADEMIKAHEADLINEPEMPROV KALIMANTAN TENGAH

Rektor UPR Minta 765 Lulusan periode Maret Adaptif Hadapi Perubahan Global

×

Rektor UPR Minta 765 Lulusan periode Maret Adaptif Hadapi Perubahan Global

Sebarkan artikel ini
FOTO Ist.: Rektor Universitas Palangka Raya saat prosesi wisuda periode Maret 2026 dengan meluluskan sebanyak 765 wisudawan.

PALANGKARAYA – Universitas Palangka Raya (UPR) kembali menggelar prosesi wisuda periode Maret 2026 dengan meluluskan sebanyak 765 wisudawan dari berbagai jenjang pendidikan. Para lulusan tersebut berasal dari delapan fakultas serta Program Pascasarjana, mencakup strata sarjana, magister, hingga doktoral.

Prosesi wisuda ini menjadi tonggak penting bagi para lulusan setelah menempuh perjalanan akademik yang panjang. Momentum tersebut tidak hanya menjadi seremoni kelulusan, tetapi juga penanda kesiapan mereka untuk memasuki dunia kerja dan berkontribusi di tengah dinamika global yang terus berkembang.

Dalam sambutannya, Rektor UPR menyoroti perubahan global yang berlangsung cepat, dinamis, dan penuh kompleksitas. Ia menyampaikan bahwa kondisi geopolitik dunia yang tidak menentu telah memengaruhi berbagai sektor, termasuk kebutuhan kompetensi di dunia kerja.

“Perkembangan geopolitik dunia yang penuh ketidakpastian telah mengubah peta global di berbagai bidang yang tentunya menyebabkan pergeseran kebutuhan kompetensi di berbagai bidang,” ujarnya baru-baru ini.

Menurutnya, kemajuan teknologi, khususnya kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), turut membawa perubahan besar dalam kehidupan manusia. Transformasi ini tidak hanya berdampak pada cara bekerja, tetapi juga memengaruhi pola komunikasi hingga proses pengambilan keputusan.

Ia menegaskan bahwa AI menjadi salah satu kekuatan paling transformatif di abad ini. Kehadirannya mengubah cara manusia berpikir, belajar, dan menciptakan nilai di berbagai sektor kehidupan.

Baca Juga  Palangka Raya–Nganjuk Perkuat Sinergi Majukan Pertanian Daerah

“Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) menjadi salah satu kekuatan paling transformatif di abad ini. AI tidak hanya mengubah cara kita bekerja, tetapi juga cara kita berpikir, belajar, dan mengambil keputusan,” jelasnya.

Rektor juga mengingatkan bahwa di masa depan, banyak pekerjaan rutin berpotensi tergantikan oleh sistem otomatisasi. Namun, di sisi lain, akan muncul profesi-profesi baru yang menuntut kemampuan berbeda, seperti kreativitas, empati, serta analisis yang kuat.

Ia menekankan pentingnya kesiapan lulusan untuk beradaptasi dengan perubahan tersebut. Lulusan diharapkan tidak menjadi pihak yang tergantikan oleh teknologi, melainkan mampu mengendalikan dan memanfaatkannya secara optimal.

“Oleh karena itu, para lulusan harus mampu memposisikan diri bukan sebagai pihak yang tergantikan teknologi, tetapi sebagai pengendali dan pemanfaat teknologi tersebut,” tegasnya.

Secara khusus, Rektor UPR juga memberikan pesan kepada seluruh wisudawan agar terus meningkatkan kapasitas diri di tengah perkembangan teknologi yang pesat. Ia menilai, literasi digital menjadi salah satu kunci utama dalam menghadapi tantangan masa depan.

“Kuasai literasi digital, pahami etika penggunaan teknologi dan bangun kemampuan untuk berkolaborasi dengan sistem cerdas karena masa depan bukan milik mereka yang paling kuat, tetapi mereka yang paling adaptif terhadap perubahan,” pesannya.

Baca Juga  Pemkab Barsel Resmi Lepas Kas Keliling dan Pangan Murah

Pelaksanaan wisuda periode ini juga dihadiri oleh perwakilan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kalimantan Tengah, pimpinan perguruan tinggi swasta, serta Ketua Ikatan Alumni Universitas Palangka Raya. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap para lulusan yang akan memasuki fase baru dalam kehidupan mereka.

Dengan jumlah lulusan yang mencapai ratusan orang, UPR terus menunjukkan komitmennya dalam mencetak sumber daya manusia yang berkualitas dan siap bersaing di tingkat nasional maupun global. Para wisudawan diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang membawa dampak positif di tengah masyarakat.

Momentum wisuda ini sekaligus menjadi pengingat bahwa tantangan ke depan akan semakin kompleks. Namun, dengan bekal pendidikan, kemampuan adaptasi, serta penguasaan teknologi, para lulusan diyakini mampu menghadapi berbagai perubahan dan peluang yang ada. (Red/Adv)

+ posts