DPRD KALIMANTAN TENGAHHEADLINEPEMKAB KATINGANPEMPROV KALIMANTAN TENGAH

FDA: Warga Desa Hyang Bana Dambakan Air Bersih dan Penerangan 

×

FDA: Warga Desa Hyang Bana Dambakan Air Bersih dan Penerangan 

Sebarkan artikel ini
Foto IST: Reses Perseorangan Faridawaty Darland Atjeh (FDA) di Desa Hyang Bana, Kecamatan Tasik Payawan, Kabupaten Katingan:   

KASONGAN – Kegiatan reses perseorangan Anggota Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, Faridawaty Darland Atjeh (FDA), di Desa Hyang Bana, Kecamatan Tasik Payawan, Kabupaten Katingan, belum lama ini, mengungkap kebutuhan mendasar masyarakat yang hingga kini belum terpenuhi secara optimal.

Dalam kunjungannya, Faridawaty menyampaikan bahwa berdasarkan aspirasi yang disampaikan warga, kebutuhan akan sumber air bersih menjadi prioritas utama yang sangat diharapkan dapat segera direalisasikan.

Menurutnya, kondisi tersebut mencerminkan masih terbatasnya akses masyarakat terhadap layanan dasar, terutama dalam pemenuhan kebutuhan air bersih untuk kehidupan sehari-hari.

“Mereka masih beli air dari Kasongan, dengan harga rata-rata Rp10.000 per galon, itu air bersih, bukan air minum isi ulang, sehingga beban pengeluaran masyarakat menjadi bertambah karena harus memenuhi kebutuhan dasar dengan biaya yang tidak sedikit,” ujar Ketua DPW Partai NasDem Kalteng ini, baru-baru ini.

Ia menambahkan, kondisi tersebut tentu tidak ideal, mengingat air bersih merupakan kebutuhan pokok yang seharusnya dapat diakses dengan mudah dan terjangkau oleh seluruh masyarakat.

Baca Juga  Firdaus Nyatakan Komitmen Dukung Semangat Otoda Tahun 2025

Lebih lanjut, Wakil Rakyat asal Daerah Pemilihan Kalimantan Tengah I, meliputi Kota Palangka Raya, Kabupaten Katingan, dan Gunung Mas ini menyampaikan bahwa selain kebutuhan air bersih, warga juga mengutarakan harapan terhadap ketersediaan penerangan jalan di wilayah desa tersebut.

Minimnya penerangan jalan dinilai menjadi salah satu faktor yang memengaruhi tingkat keamanan dan kenyamanan masyarakat, terutama saat beraktivitas pada malam hari.

Ia juga mengungkapkan bahwa kondisi lingkungan di Desa Hyang Bana turut menjadi perhatian, di mana keberadaan ular piton hitam yang kerap berkeliaran di sekitar permukiman warga menambah kekhawatiran masyarakat.

Menurutnya, keberadaan hewan liar tersebut semakin meningkatkan urgensi penyediaan penerangan jalan sebagai upaya preventif dalam menjaga keselamatan warga.

Untuk itu, ia pun sangat berharap agar instansi teknis terkait dapat segera menanggapi dan menindaklanjuti berbagai aspirasi yang telah disampaikan oleh masyarakat Desa Hyang Bana.

Ia menegaskan bahwa penanganan kebutuhan dasar seperti air bersih dan penerangan jalan harus menjadi prioritas, karena berdampak langsung terhadap kualitas hidup masyarakat.

Baca Juga  Arton Dohong Ajak Generasi Muda Jadikan Peringatan G30S/PKI sebagai Pelajaran Sejarah

“Harapan kami, instansi terkait dapat segera melakukan langkah konkret melalui perencanaan dan realisasi program yang tepat sasaran, sehingga masyarakat tidak lagi mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan dasar dan dapat menjalani aktivitas dengan lebih aman dan nyaman,” tegasnya.

Melalui kegiatan reses ini, diharapkan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat dapat segera mendapatkan perhatian serius dan solusi nyata, sebagai bagian dari upaya pemerataan pembangunan di wilayah Kabupaten Katingan. (Red/Adv)

+ posts