PALANGKA RAYA – Ketua DPW Partai NasDem Kalimantan Tengah Faridawaty Darland Atjeh mengimbau masyarakat untuk lebih memperhatikan kesehatan diri selama kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berlangsung di sejumlah wilayah Kalteng. Masyarakat diminta tidak mengabaikan kondisi kesehatan, terutama apabila mengalami gangguan pernapasan akibat paparan asap karhutla.
“Masyarakat harus lebih menjaga kesehatan diri selama karhutla berlangsung. Apabila mulai merasakan gangguan pernapasan atau keluhan kesehatan lainnya, jangan ragu untuk memeriksakan kondisi kesehatan kepada tenaga medis,” kata Faridawaty, baru-baru ini.
Menurut dia, kondisi udara yang terdampak asap karhutla dapat membuat masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap kesehatan. Karena itu, masyarakat sebaiknya membatasi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara tidak mendukung dan tetap menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam kehidupan sehari-hari.
“Jangan menganggap gangguan pernapasan sebagai hal yang biasa. Kalau ada keluhan, masyarakat sebaiknya segera memeriksakan diri agar kondisi kesehatan dapat diketahui dan ditangani lebih awal,” ujarnya.
Srikandi Komisi III DPRD Kalteng itu mengatakan perhatian terhadap kesehatan perlu dilakukan oleh seluruh lapisan masyarakat, khususnya kelompok yang lebih rentan terhadap dampak asap. Anak-anak, lanjut usia, serta masyarakat yang memiliki kondisi kesehatan tertentu perlu mendapatkan perhatian lebih selama karhutla masih berlangsung.
“Orang tua harus memperhatikan kondisi anak-anak dan anggota keluarga lainnya. Jika muncul batuk, sesak napas, atau keluhan pernapasan setelah terpapar asap, jangan menunggu kondisi menjadi lebih berat untuk mendapatkan pemeriksaan,” katanya.
Wakil rakyat asal Dapil Kalteng I yang meliputi Kota Palangka Raya, Kabupaten Katingan, dan Gunung Mas tersebut juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan sebagai bagian dari upaya mempertahankan kondisi tubuh. Pola hidup bersih dan sehat perlu tetap diterapkan meskipun masyarakat sedang menghadapi kondisi lingkungan yang terdampak karhutla.
“Menjaga kesehatan bukan hanya ketika tubuh sudah mengalami gangguan. Masyarakat perlu membiasakan pola hidup bersih dan sehat, menjaga asupan makanan dan minuman, beristirahat cukup, serta memperhatikan kondisi tubuh setiap hari,” ucap Faridawaty.
Selain menjaga PHBS, masyarakat juga dapat memperhatikan asupan nutrisi untuk membantu menjaga kondisi tubuh selama karhutla berlangsung. Konsumsi makanan bergizi dan vitamin sesuai kebutuhan menjadi bagian dari upaya menjaga kebugaran, namun tidak menggantikan pemeriksaan dan penanganan medis apabila muncul gangguan kesehatan.
“Vitamin dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kondisi tubuh, tetapi kalau ada gangguan kesehatan, terutama gangguan pernapasan, jangan hanya mengandalkan vitamin. Yang lebih penting adalah segera memeriksakan kondisi kesehatan kepada tenaga medis,” kata Faridawaty.
Ia menilai kepedulian masyarakat terhadap kesehatan harus berjalan seiring dengan upaya pemerintah dan tim gabungan dalam menangani karhutla. Petugas terus melakukan pemantauan, patroli, dan pemadaman, sedangkan masyarakat dapat membantu dengan menjaga kesehatan diri, mengurangi paparan asap, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api.
“Penanganan karhutla membutuhkan kerja sama semua pihak. Petugas berupaya menangani api di lapangan, sementara masyarakat juga harus menjaga kesehatan dan tidak ragu mencari pertolongan medis ketika mengalami gangguan kesehatan,” ujarnya.
Faridawaty menegaskan masyarakat tidak perlu takut atau ragu memeriksakan kesehatan apabila mengalami keluhan selama kondisi udara terdampak asap karhutla. Pemeriksaan lebih awal dinilai penting agar gangguan kesehatan dapat diketahui dan ditangani sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.
“Jangan ragu untuk memeriksakan kesehatan. Kalau tubuh memberikan tanda seperti batuk terus-menerus, sesak napas, atau gangguan pernapasan lainnya, segera periksa. Lebih baik mengetahui kondisi kesehatan sejak awal daripada menunggu sampai keluhan semakin berat,” tandas Faridawaty. (Red/Adv)


















