AKADEMIKAHEADLINEPEMKOT PALANGKA RAYAPEMPROV KALIMANTAN TENGAH

PKKMB 2026 FKIP UPR Cetak Mahasiswa “Berdampak”, Tanamkan Kepedulian Sosial

13
Foto: Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FKIP UPR, Dr. Fendahapsari Singgih Sendayu bersama perwakilan mahasiswa baru FKIP UPR , saat menyerahkan tali asih kepada pihak panti asuhan. 

PALANGKA RAYA — Pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2026 di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Palangka Raya (UPR) tahun ini mengusung semangat berbeda. Selain mengenalkan lingkungan akademik, FKIP UPR juga mencetak mahasiswa yang “berdampak” bagi masyarakat melalui program unggulan “FKIP Berdampak”.

Dalam rangkaian PKKMB 2026, 853 mahasiswa baru FKIP UPR diajak mengisi kegiatan nyata berupa anjangsana dan penyaluran tali asih ke dua panti asuhan di Kota Palangka Raya, yakni Panti Asuhan Imanuel dan Panti Asuhan Darul Amin.

Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FKIP UPR, Dr. Fendahapsari Singgih Sendayu, M.Pd, Rabu (12/8/2026) menyampaikan, bantuan yang disalurkan berupa alat tulis kantor (ATK), pakaian layak pakai, dan paket sembako.

“Semua bantuan ini merupakan bentuk ‘tali asih’ atau bantuan sosial. Dua panti asuhan ini kami pilih sebagai bagian dari upaya FKIP memperluas manfaat kegiatan PKKMB kepada masyarakat, khususnya anak-anak yang berada di panti asuhan,” ujar Fendahapsari.

Menurutnya, “FKIP Berdampak” merupakan program unggulan fakultas sebagai wujud nyata kontribusi kepada masyarakat. Program ini tidak hanya berorientasi pada kegiatan internal kampus, tetapi juga mendorong mahasiswa untuk terlibat langsung dalam aksi sosial.

Baca Juga  Meski Tak Dihadiri Cawagub 02, Debat Publik Kedua Pilgub Kalteng Berlangsung Sukses

Momentum PKKMB dimanfaatkan sebagai ruang pembentukan karakter. Mahasiswa baru tidak hanya diperkenalkan dengan lingkungan akademik, tetapi juga dikenalkan dengan nilai kepedulian, solidaritas, dan pengabdian.

“Kita ingin menjadikan mahasiswa baru FKIP tahun ini benar-benar berdampak nyata bagi masyarakat. Terutama melalui kegiatan PKKMB. Mereka kita dorong untuk menunjukkan nilai kepedulian sosial sejak awal memasuki kehidupan kampus,” jelasnya.

Fendahapsari menegaskan, FKIP Berdampak tidak berhenti pada pemberian bantuan. Ke depan, program ini akan dikembangkan menjadi kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang berkelanjutan.

“FKIP akan mengembangkan kegiatan berikutnya seperti pendampingan pendidikan, kegiatan literasi, pelatihan keterampilan, edukasi, atau kegiatan lain sesuai kebutuhan masyarakat yang diperlukan,” tambahnya.

Ia berharap, melalui program ini FKIP UPR tidak hanya melahirkan lulusan yang berkualitas secara akademik, tetapi juga memiliki empati dan kepedulian tinggi terhadap lingkungan.

Tahun akademik 2026, FKIP UPR menerima 853 mahasiswa baru. Jumlah ini turun dibanding tahun lalu yang mencapai sekitar 1.000 orang.

Baca Juga  Agustiar Ajak Kepala Desa Perkuat Sinergi Pembangunan, Wujudkan Desa Mandiri di Kalteng

Meski demikian, Fendahapsari menyebut FKIP UPR masih menjadi fakultas dengan peminat tertinggi di UPR.

“Alhamdulillah, FKIP UPR masih menduduki peringkat pertama dalam hal minat masyarakat untuk berkuliah,” tutupnya.

Facebook Comments Box
+ posts
Exit mobile version