PALANGKA RAYA – Pemerintah Kota Palangka Raya menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dan penguatan data akurat dalam mempercepat penurunan angka stunting di wilayah setempat.
Penegasan itu disampaikan oleh Plt. Asisten I Administrasi Umum Setda Kota Palangka Raya, Jayani, dalam sambutannya pada kegiatan Pra Musrenbang Tematik Stunting Tahun 2025 yang digelar di Palangka Raya, baru-baru ini.
Menurut Jayani, persoalan stunting tidak dapat ditangani secara parsial atau hanya oleh satu pihak. Pemerintah, tenaga kesehatan, lembaga masyarakat, dan sektor swasta memiliki tanggung jawab yang sama dalam memastikan generasi muda tumbuh sehat dan cerdas.
“Upaya percepatan penurunan stunting harus dilaksanakan secara terintegrasi. Setiap pihak memiliki peran dalam memastikan anak-anak kita tumbuh sehat dan cerdas,” katanya.
Ia menambahkan, keterlibatan lintas sektor sangat dibutuhkan agar kebijakan yang diambil memiliki dampak luas dan berkesinambungan. Kerjasama yang baik di tingkat lapangan juga diharapkan menjadi kunci sukses penurunan angka stunting.
Selain itu, Jayani menekankan pentingnya penggunaan data yang valid dan terukur dalam perencanaan program. Ia menilai data menjadi dasar utama dalam pengambilan keputusan yang tepat.
“Data adalah fondasi kebijakan. Dengan data yang akurat, kita dapat memastikan intervensi tepat sasaran, baik dari sisi wilayah, usia, maupun kelompok sasaran,” terangnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa penguatan sistem data akan membantu pemerintah dalam mengidentifikasi wilayah prioritas dan mempercepat tindakan intervensi gizi maupun kesehatan.
Jayani berharap, kegiatan Pra Musrenbang Tematik Stunting dapat menjadi forum strategis untuk menyusun rencana kerja yang lebih sinkron antarinstansi dan memperkuat komitmen bersama.
“Kita ingin upaya pencegahan dan penanganan stunting di Kota Palangka Raya berjalan efektif, terarah, dan berkelanjutan,” tandas Jayani. (Red/Adv)











