HEADLINEPEMPROV KALIMANTAN TENGAH

Program Pendidikan Huma Betang Raih Apresiasi Luas, Survei Catat Dukungan Publik Capai 98 Persen

4
×

Program Pendidikan Huma Betang Raih Apresiasi Luas, Survei Catat Dukungan Publik Capai 98 Persen

Sebarkan artikel ini
Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran.

PALANGKA RAYA – Kebijakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) melalui Program Pendidikan Huma Betang kembali mendapat penilaian positif dari masyarakat berdasarkan hasil survei independen yang dilakukan oleh Litbang Kompas.

Survei Teropong Daerah yang dilaksanakan secara tatap muka pada 6–10 Oktober 2025 tersebut melibatkan 200 responden dari kalangan pelajar dan tenaga pendidik jenjang pendidikan menengah di seluruh wilayah Kalteng.

Responden dipilih secara purposif untuk menggambarkan pengalaman langsung terhadap pelaksanaan program pendidikan daerah.

Mengutip kompas.com, hasil survei menunjukkan tingkat kepuasan masyarakat terhadap Program Pendidikan Huma Betang mencapai 97,8 persen.

Selain itu, dukungan publik terhadap keberlanjutan program tercatat sebesar 98 persen, menandakan tingginya harapan masyarakat agar program ini terus dilanjutkan dan diperluas.

Tingginya kepuasan publik ini juga beriringan dengan persepsi positif terhadap kinerja Gubernur Kalteng Agustiar Sabran yang mencapai 97,6 persen.

Capaian tersebut dinilai mencerminkan keberhasilan kebijakan pendidikan sebagai salah satu sektor prioritas pembangunan daerah.

Program Pendidikan Huma Betang dirancang untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui pendekatan berbasis teknologi, pemerataan fasilitas pendidikan, serta dukungan pembiayaan bagi siswa.

Program ini menjadi bagian dari strategi Pemprov Kalteng dalam mendorong transformasi sistem pendidikan yang lebih inklusif dan adaptif.

Dalam survei, penilaian difokuskan pada empat aspek utama, yakni digitalisasi pendidikan, peningkatan sarana dan prasarana sekolah, pengembangan Kelas Digital Huma Betang, serta pelaksanaan program beasiswa pendidikan.

Digitalisasi dilakukan melalui penyediaan televisi interaktif dan akses internet gratis di sekolah-sekolah.

Sarana dan prasarana sekolah juga menjadi perhatian melalui renovasi ruang kelas, perbaikan bangunan, serta penyediaan fasilitas pendukung pembelajaran.

Langkah ini dinilai berkontribusi pada terciptanya lingkungan belajar yang lebih aman dan nyaman bagi siswa dan guru.

Baca Juga  504 Relawan REDKAR Resmi Diberdayakan untuk Tanggulangi Karhutla

Kelas Digital Huma Betang dikembangkan oleh Dinas Pendidikan Kalteng sebagai platform pembelajaran daring untuk menjangkau siswa di wilayah dengan keterbatasan akses pendidikan.

Program ini memungkinkan proses belajar tetap berjalan meski terdapat kendala jarak atau ketersediaan tenaga pengajar.

Sementara itu, program beasiswa diwujudkan dalam bentuk sekolah gratis dan bantuan perlengkapan sekolah, termasuk seragam bagi siswa yang membutuhkan.

Kebijakan ini diharapkan dapat menekan angka putus sekolah serta meningkatkan partisipasi pendidikan di daerah.

Dari hasil survei, digitalisasi pendidikan menjadi aspek yang paling diapresiasi dengan tingkat kepuasan mencapai 95 persen.

Responden menilai penggunaan teknologi membantu meningkatkan efektivitas pembelajaran dan mempercepat akses terhadap sumber belajar.

Sebanyak 79,9 persen responden juga menyatakan adanya perbaikan kondisi sekolah, terutama terkait ketersediaan fasilitas umum, jaringan internet, dan pasokan listrik. Perubahan tersebut dinilai mendukung kelancaran kegiatan belajar mengajar di sekolah.

Meski demikian, survei turut mencatat sejumlah tantangan, seperti kesiapan sumber daya manusia dalam memanfaatkan teknologi dan belum meratanya infrastruktur di beberapa wilayah.

Responden menilai pelatihan guru serta pendampingan siswa perlu terus diperkuat agar pemanfaatan teknologi dapat berjalan optimal.

Keterbatasan jaringan internet dan listrik di daerah tertentu juga masih menjadi kendala dalam pelaksanaan Kelas Digital Huma Betang.

Namun, mayoritas responden tetap optimistis pemerintah daerah mampu melakukan perbaikan secara bertahap seiring pengembangan program ke depan.

Sebagai informasi, Program Pendidikan Huma Betang resmi diluncurkan pada 10 September 2025 setelah dirancang sejak 2024 dan direncanakan akan diperluas pada 2026.

Survei Litbang Kompas ini memiliki tingkat kepercayaan sebesar 95 persen dengan margin of error sekitar 6,89 persen.

Baca Juga  Media Jadi Pilar Kunci Pemerintahan Terbuka di Kalimantan Tengah

Dengan tingkat optimisme masyarakat mencapai 96,1 persen, Pemprov Kalteng dinilai memiliki modal sosial yang kuat untuk melanjutkan agenda transformasi pendidikan.

Program Pendidikan Huma Betang pun dipandang sebagai salah satu kebijakan strategis yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat. (red/adv)

+ posts