PALANGKA RAYA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Tengah menekankan urgensi Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Tahun 2026 dalam menghadapi kompleksitas sektor keuangan di era digital.
Kepala OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Primandanu Febriyan Aziz, menyebut inovasi produk dan digitalisasi layanan keuangan berkembang sangat cepat, sementara tingkat literasi masyarakat belum merata.
Kondisi tersebut, menurutnya, menuntut pengukuran yang akurat dan menyeluruh agar kebijakan yang diambil berbasis pada kondisi riil masyarakat.
“SNLIK 2026 diharapkan mampu memberikan gambaran yang lebih mendalam mengenai kondisi literasi dan inklusi secara demografis serta karakteristik sosial ekonomi masyarakat,” kata Primandanu, Selasa (20/01/2026).
Ia menjelaskan bahwa hasil SNLIK akan menjadi dasar penting dalam memperkuat program edukasi dan inklusi keuangan di daerah.
Primandanu menilai, tantangan literasi tidak hanya soal akses, tetapi juga pemahaman terhadap risiko produk keuangan digital.
Melalui SNLIK 2026, OJK ingin memastikan masyarakat memiliki kapasitas yang cukup untuk memanfaatkan layanan keuangan secara aman dan bertanggung jawab.
Upaya ini diharapkan mampu mendukung stabilitas sektor jasa keuangan daerah secara berkelanjutan. (Red/Adv)


















