EKONOMI & BISNISHEADLINEPEMKOT PALANGKA RAYAPEMPROV KALIMANTAN TENGAH

Ekonomi Kalteng Tumbuh 3,79 Persen pada Triwulan Pertama 2026

21
×

Ekonomi Kalteng Tumbuh 3,79 Persen pada Triwulan Pertama 2026

Sebarkan artikel ini
FOTO Ist.: Plt. Kepala BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Maria Wahyu Utami, S.Si., M.Si.

PALANGKA RAYA – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Tengah mencatat perekonomian Kalimantan Tengah pada Triwulan I tahun 2026 mengalami pertumbuhan sebesar 3,79 persen secara tahunan (year-on-year/y-on-y). Capaian ini menunjukkan kinerja ekonomi daerah tetap tumbuh positif dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, meskipun secara triwulanan mengalami kontraksi.

Plt. Kepala BPS Kalimantan Tengah, Maria Wahyu Utami, S.Si., M.Si., menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi tersebut ditopang oleh berbagai lapangan usaha dan komponen pengeluaran yang menunjukkan kinerja positif sepanjang awal tahun 2026.

“Ekonomi Kalimantan Tengah pada Triwulan I–2026 terhadap Triwulan I–2025 mengalami pertumbuhan sebesar 3,79 persen. Pertumbuhan tertinggi dari sisi produksi terjadi pada kategori Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib sebesar 14,39 persen,” ujarnya, Senin (04/05/2026) siang.

Ia menambahkan, selain sektor administrasi pemerintahan, beberapa sektor lain juga mencatatkan pertumbuhan signifikan, di antaranya jasa kesehatan dan kegiatan sosial sebesar 11,75 persen serta jasa perusahaan sebesar 9,51 persen. Sementara itu, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan yang memiliki peran dominan dalam struktur ekonomi justru mengalami kontraksi tipis sebesar 0,21 persen.

Dari sisi struktur ekonomi, Kalimantan Tengah masih didominasi oleh sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan dengan kontribusi sebesar 23,00 persen. Disusul industri pengolahan sebesar 16,53 persen, perdagangan besar dan eceran sebesar 12,83 persen, serta pertambangan dan penggalian sebesar 10,49 persen. Keempat sektor ini memberikan kontribusi mencapai 62,85 persen terhadap perekonomian daerah.

Baca Juga  Siswa Antusias Ikuti Pemeriksaan CKG dan Program MBG

Maria juga menjelaskan bahwa dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi Kalimantan Tengah didorong oleh komponen pengeluaran konsumsi pemerintah yang tumbuh sebesar 5,16 persen. Selain itu, pembentukan modal tetap bruto (PMTB) tumbuh 4,51 persen dan konsumsi rumah tangga meningkat sebesar 4,01 persen.

“Struktur pengeluaran masih didominasi oleh ekspor barang dan jasa sebesar 56,79 persen, diikuti konsumsi rumah tangga sebesar 38,48 persen dan pembentukan modal tetap bruto sebesar 34,71 persen,” jelasnya.

Namun demikian, secara triwulanan (quarter-to-quarter/q-to-q), ekonomi Kalimantan Tengah pada Triwulan I–2026 mengalami kontraksi sebesar 7,46 persen dibandingkan Triwulan IV–2025. Kontraksi ini dipengaruhi oleh penurunan aktivitas di sejumlah lapangan usaha utama.

“Dari sisi produksi, kontraksi terbesar terjadi pada kategori Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib sebesar 28,97 persen, diikuti konstruksi sebesar 24,41 persen dan transportasi serta pergudangan sebesar 8,90 persen,” ungkapnya.

Sementara dari sisi pengeluaran, komponen pengeluaran konsumsi pemerintah mengalami kontraksi paling dalam sebesar 25,14 persen, diikuti pembentukan modal tetap bruto sebesar 13,08 persen serta ekspor barang dan jasa sebesar 4,11 persen.

Maria menegaskan bahwa kontraksi secara triwulanan merupakan pola yang umum terjadi, terutama pada awal tahun, seiring dengan penyesuaian anggaran dan aktivitas ekonomi pasca akhir tahun.

Lebih lanjut, dalam lingkup regional Kalimantan, seluruh provinsi mengalami pertumbuhan positif secara tahunan. Kalimantan Tengah sendiri berada di posisi keempat dengan pertumbuhan sebesar 3,79 persen dan kontribusi terhadap perekonomian Kalimantan sebesar 12,39 persen.

Baca Juga  Legislator Kalteng Ajak Seluruh Pihak Bersinergi Berantas Narkoba

“Secara spasial, struktur ekonomi Kalimantan masih didominasi Kalimantan Timur dengan kontribusi 46,48 persen, sementara Kalimantan Tengah berada di urutan keempat dengan kontribusi 12,39 persen,” tuturnya.

Secara keseluruhan, nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kalimantan Tengah pada Triwulan I–2026 atas dasar harga berlaku mencapai Rp61,0 triliun, sedangkan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp30,8 triliun.

Dengan capaian tersebut, BPS menilai kinerja ekonomi Kalimantan Tengah tetap menunjukkan ketahanan di tengah dinamika ekonomi yang terjadi, baik dari sisi produksi maupun pengeluaran.

Sebagai penutup, Maria menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi yang tetap positif menjadi indikasi bahwa aktivitas ekonomi di Kalimantan Tengah masih berjalan dengan baik, meskipun terdapat tekanan secara musiman pada awal tahun.

Kinerja ini diharapkan dapat terus ditingkatkan melalui penguatan sektor-sektor unggulan serta optimalisasi belanja pemerintah dan investasi guna menjaga momentum pertumbuhan ekonomi daerah. (Red/Adv)

+ posts