EKONOMI & BISNISHEADLINEPEMKOT PALANGKA RAYAPEMPROV KALIMANTAN TENGAH

BPS Catat TPT Kalteng Turun Jadi 3,44 Persen

14
×

BPS Catat TPT Kalteng Turun Jadi 3,44 Persen

Sebarkan artikel ini
FOTO Ist.: Plt. Kepala BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Maria Wahyu Utami, S.Si., M.Si.

PALANGKA RAYA – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Tengah melaporkan kondisi ketenagakerjaan daerah pada Februari 2026 menunjukkan perbaikan, ditandai dengan turunnya Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) menjadi 3,44 persen.

Plt. Kepala BPS Kalimantan Tengah, Maria Wahyu Utami, S.Si., M.Si., menyampaikan bahwa penurunan TPT ini mencerminkan semakin membaiknya penyerapan tenaga kerja di wilayah tersebut dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Februari 2026 sebesar 3,44 persen, turun 0,03 persen poin dibanding Februari 2025,” ujarnya, Senin (04/05/2026) siang.

Ia menjelaskan, angka tersebut menunjukkan bahwa dari setiap 100 orang angkatan kerja, terdapat sekitar tiga hingga empat orang yang masih menganggur. Meski penurunannya relatif tipis, kondisi ini tetap mencerminkan tren positif dalam pasar tenaga kerja di Kalimantan Tengah.

Secara umum, jumlah angkatan kerja di Kalimantan Tengah pada Februari 2026 tercatat sebanyak 1.504,52 ribu orang, meningkat 6,33 ribu orang dibandingkan Februari 2025. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.452,82 ribu orang merupakan penduduk bekerja, sementara 51,71 ribu orang masih berstatus pengangguran.

Maria menambahkan, jumlah penduduk bekerja mengalami peningkatan sebesar 6,68 ribu orang dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan aktivitas ekonomi yang mampu menyerap tambahan tenaga kerja.

Dari sisi partisipasi, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) pada Februari 2026 tercatat sebesar 69,20 persen. Angka ini mengalami penurunan sebesar 0,70 persen poin dibandingkan Februari 2025, yang mengindikasikan adanya penurunan proporsi penduduk usia kerja yang aktif secara ekonomi.

Baca Juga  Dinkes dan BGN Perketat Verifikasi Dapur Program Gizi Gratis

“TPAK menggambarkan besarnya proporsi penduduk usia kerja yang aktif secara ekonomi. Pada Februari 2026, TPAK laki-laki sebesar 86,32 persen, lebih tinggi dibandingkan perempuan yang sebesar 50,89 persen,” jelasnya.

Lebih lanjut, berdasarkan lapangan usaha, sektor pertanian masih menjadi penyerap tenaga kerja terbesar di Kalimantan Tengah dengan jumlah 513,11 ribu orang atau sebesar 35,32 persen dari total penduduk bekerja. Disusul sektor perdagangan sebesar 13,29 persen dan pertambangan sebesar 10,08 persen.

Sementara itu, dari sisi status pekerjaan, sebagian besar penduduk bekerja berstatus buruh, karyawan, atau pegawai dengan persentase sebesar 45,07 persen. Selain itu, proporsi pekerja pada sektor formal juga mengalami peningkatan.

“Penduduk bekerja pada kegiatan formal pada Februari 2026 sebanyak 716,61 ribu orang atau sebesar 49,33 persen, naik 1,21 persen poin dibanding Februari 2025,” ungkapnya.

Di sisi lain, proporsi pekerja tidak penuh mengalami penurunan. Setengah penganggur tercatat sebesar 4,66 persen, turun 1,27 persen poin, sementara pekerja paruh waktu sebesar 25,36 persen, turun 1,87 persen poin dibandingkan tahun sebelumnya.

Dari aspek pendidikan, mayoritas penduduk bekerja masih didominasi oleh lulusan SD ke bawah dengan persentase sebesar 32,18 persen. Sementara itu, tenaga kerja berpendidikan tinggi (Diploma IV hingga S3) tercatat sebesar 10,51 persen.

Maria juga memaparkan bahwa jika dilihat berdasarkan jenis kelamin, TPT laki-laki sebesar 3,38 persen, lebih rendah dibandingkan perempuan sebesar 3,54 persen. Dibandingkan Februari 2025, TPT laki-laki mengalami penurunan sebesar 0,09 persen poin, sedangkan TPT perempuan mengalami kenaikan sebesar 0,06 persen poin.

Baca Juga  OJK Cabut Izin Usaha BPR Sungai Rumbai Dharmasraya

Selain itu, jika dilihat dari wilayah tempat tinggal, TPT di daerah perkotaan tercatat sebesar 3,63 persen, lebih tinggi dibandingkan perdesaan sebesar 3,25 persen. Keduanya sama-sama mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.

Dalam lingkup regional Kalimantan, Kalimantan Tengah tercatat memiliki TPT terendah dibandingkan provinsi lainnya. Sementara itu, TPAK Kalimantan Tengah berada pada posisi kedua tertinggi setelah Kalimantan Barat.

Secara keseluruhan, kondisi ketenagakerjaan Kalimantan Tengah pada Februari 2026 menunjukkan tren yang cukup stabil dengan indikasi perbaikan pada beberapa indikator utama, terutama penurunan tingkat pengangguran dan peningkatan jumlah penduduk bekerja.

Ke depan, peningkatan kualitas tenaga kerja serta perluasan lapangan kerja dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan perbaikan kondisi ketenagakerjaan di daerah ini. (Red/Adv)

+ posts