EKONOMI & BISNISHEADLINE

Moody’s Pertahankan Peringkat Kredit Indonesia, OJK: Bukti Ketahanan Ekonomi

18
×

Moody’s Pertahankan Peringkat Kredit Indonesia, OJK: Bukti Ketahanan Ekonomi

Sebarkan artikel ini

 

JAKARTA – Lembaga pemeringkat internasional Moody’s Investors Service (Moody’s) kembali menegaskan peringkat Sovereign Credit Rating (SCR) Republik Indonesia pada level Baa2 dengan outlook stabil. Keputusan ini dinilai sebagai bukti kepercayaan global terhadap fundamental ekonomi Indonesia yang tetap kuat di tengah ketidakpastian ekonomi dunia.

“Ini adalah bukti bahwa kebijakan yang kita jalankan secara konsisten mampu menjaga stabilitas di tengah dinamika global. Kami berharap hasil tinjauan berkala Moody’s ini semakin meningkatkan kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia,” ujar Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar, Jumat (21/3/2025) di Jakarta.

Moody’s menyoroti beberapa faktor utama yang menjadi kekuatan ekonomi Indonesia, seperti keunggulan sumber daya alam dan bonus demografis yang memberikan peluang pertumbuhan jangka panjang. Selain itu, permintaan domestik yang tinggi, terutama dari konsumsi rumah tangga dan investasi, diproyeksikan akan terus mendorong pertumbuhan ekonomi pada 2025 dan 2026.

“Indonesia memiliki daya tahan ekonomi yang kuat, ditopang oleh struktur ekonomi yang semakin terdiversifikasi. Konsumsi domestik tetap menjadi pilar utama pertumbuhan, ditambah dengan meningkatnya investasi di berbagai sektor strategis,” ungkap laporan Moody’s.

Keberlanjutan kebijakan dalam meningkatkan daya saing sektor manufaktur dan komoditas juga disebut berkontribusi positif bagi perekonomian nasional. Penguatan industri hilirisasi, yang menjadi fokus pemerintah dalam beberapa tahun terakhir, dipandang sebagai langkah strategis dalam meningkatkan nilai tambah ekspor Indonesia.

Lebih lanjut, Moody’s menekankan bahwa penguatan pendapatan negara, fleksibilitas fiskal, serta pendalaman pasar keuangan menjadi faktor penting dalam upaya peningkatan peringkat kredit Indonesia di masa mendatang.

Menanggapi hal ini, Mahendra menegaskan bahwa OJK akan terus menjalankan program prioritas 2025 untuk memastikan ekosistem jasa keuangan yang sehat, inklusif, dan berdaya saing. “Kepercayaan investor dan pasar adalah modal utama kita dalam melangkah ke depan. Oleh karena itu, kami akan terus mengambil kebijakan yang terukur untuk merespons dinamika pasar terkini,” pungkasnya. (Red/Adv)

+ posts