HEADLINEPEMPROV KALIMANTAN TENGAH

Hadapi Musim Kemarau 2026, BPBD Kalteng Perkuat Strategi Pengendalian Karhutla

6
×

Hadapi Musim Kemarau 2026, BPBD Kalteng Perkuat Strategi Pengendalian Karhutla

Sebarkan artikel ini
Kegiatan Rakor Kesiapsiagaan Pengendalian Karhutla di Kalteng tahun 2026.

PALANGKA RAYA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Tengah memantapkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) tahun 2026 melalui Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Pengendalian Karhutla yang dilaksanakan secara daring, belum lama ini.

Kegiatan tersebut diikuti oleh jajaran BPBD kabupaten/kota se-Kalteng, BMKG Kalteng, serta BPJS Ketenagakerjaan Kalteng sebagai bagian dari penguatan koordinasi lintas sektor.

Sekretaris BPBD Kalteng, Noor Aswad, yang mewakili Kepala Pelaksana BPBD Kalteng, menegaskan bahwa langkah antisipatif dan pencegahan dini harus menjadi prioritas utama dalam menekan risiko karhutla, terutama menjelang musim kemarau tahun 2026.

“Kesiapsiagaan harus dilakukan sejak awal. Pencegahan menjadi kunci utama agar kebakaran hutan dan lahan dapat dikendalikan dan tidak menimbulkan dampak luas bagi masyarakat,” ujar Noor Aswad.

Ia menyampaikan, keberhasilan pengendalian karhutla sangat bergantung pada kekompakan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, dunia usaha, hingga masyarakat.

Sinergi tersebut diharapkan mampu memperkuat kesiapan posko, personel, serta sarana dan prasarana pemadaman di wilayah rawan kebakaran.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kalteng, Alpius Patanan, memaparkan bahwa penanganan karhutla dalam Status Siaga Darurat dilaksanakan secara terpadu sesuai dengan Peraturan Gubernur Kalimantan Tengah Nomor 24 Tahun 2017.

Baca Juga  Pemprov Kalteng Larang Sekolah Tahan Ijazah Siswa Lagi

“Penanganan dilakukan melalui pengkajian cepat, penguatan posko, pemenuhan kebutuhan dasar dan perlindungan kelompok rentan, patroli gabungan, pemantapan sarana pemadaman, hingga penegakan hukum,” jelas Alpius.

Ia menambahkan, langkah teknis lainnya meliputi optimalisasi sumur bor, pembangunan sekat bakar dan sekat kanal, pelibatan relawan, pemanfaatan sistem peringatan dini, serta penyebarluasan informasi kepada masyarakat mengenai bahaya karhutla dan larangan pembakaran lahan.

Dari sisi klimatologi, Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Kalteng, Anton Budiyono, mengingatkan bahwa dinamika iklim tetap perlu diantisipasi dalam penyusunan rencana pengendalian karhutla tahun 2026.

“BMKG memprediksi el Nino lemah berpotensi terjadi pada tahun 2026 dan musim kemarau sebagian diperkirakan berada di bawah normal. Meski demikian, kesiapsiagaan harus tetap ditingkatkan,” kata Anton.

Melalui rapat koordinasi ini, BPBD Kalteng menegaskan komitmennya untuk memperkuat langkah pencegahan, meningkatkan kesiapan sumber daya, serta mengoptimalkan koordinasi lintas sektor demi mewujudkan pengendalian karhutla yang efektif dan berkelanjutan di Kalimantan Tengah. (*)

+ posts