AKADEMIKAEKONOMI & BISNISHEADLINENASIONAL

OJK Bersama PBNU Edukasi Santri Darunnajah Soal Keuangan Syariah

7
×

OJK Bersama PBNU Edukasi Santri Darunnajah Soal Keuangan Syariah

Sebarkan artikel ini
FOTO Ist.: Kepala Departemen Literasi, Inklusi Keuangan dan Komunikasi OJK M. Ismail Riyadi.

JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat literasi dan inklusi keuangan syariah di kalangan generasi muda, khususnya para santri, agar mampu mengelola keuangan secara sehat, inklusif, dan sesuai prinsip syariah. Upaya tersebut juga diharapkan dapat menumbuhkan semangat kewirausahaan santri sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi umat.

Komitmen tersebut disampaikan Kepala Departemen Literasi, Inklusi Keuangan dan Komunikasi OJK M. Ismail Riyadi saat membuka kegiatan Santri Cakap Literasi Keuangan Syariah (SAKINAH) yang diselenggarakan OJK bersama Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Pondok Pesantren Darunnajah, Jakarta.

Ismail hadir mewakili Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Usaha Jasa Keuangan OJK Friderica Widyasari Dewi dalam kegiatan yang diikuti ratusan santri, asatidz, wali santri, serta pengurus pesantren tersebut.

“Santri memiliki peran penting sebagai agen perubahan di masyarakat, termasuk dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran terhadap penggunaan produk dan layanan keuangan syariah yang sesuai dengan prinsip-prinsip Islam,” kata Ismail, Selasa (10/3/2026).

Ia menegaskan, keberadaan pesantren memiliki posisi strategis dalam membangun ekosistem ekonomi halal di Indonesia. Melalui pendidikan yang diberikan di lingkungan pesantren, para santri diharapkan mampu menjadi generasi yang tidak hanya memahami nilai-nilai keislaman, tetapi juga memiliki literasi keuangan yang baik.

Ismail menjelaskan bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. Hal tersebut didukung oleh jumlah penduduk muslim yang besar serta meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap penerapan gaya hidup halal dalam berbagai aspek kehidupan.

Baca Juga  Objek Wisata Susur Sungai Kereng Bangkirai Sangat Potensial Untuk Lebih Dikembangkan

Menurutnya, peningkatan literasi keuangan syariah menjadi kunci penting agar masyarakat dapat memahami, memanfaatkan, dan memperoleh manfaat optimal dari berbagai produk dan layanan keuangan syariah yang tersedia.

Ia berharap para santri dapat menjadikan pemahaman mengenai keuangan syariah sebagai bekal untuk berkontribusi lebih luas dalam meningkatkan kesejahteraan umat di masa depan.

Sementara itu, Ketua Bidang Ekonomi PBNU KH Fahmi Akbar Idries menilai para santri memiliki peran strategis dalam memperkuat ekonomi umat, tidak hanya sebagai pemuka agama, tetapi juga sebagai wirausaha yang mampu membuka lapangan pekerjaan.

Menurutnya, semangat kewirausahaan perlu ditanamkan sejak dini melalui penguatan literasi keuangan syariah dan pemanfaatan modul pembelajaran yang relevan bagi para santri.

“Santri harus memiliki keberanian untuk berperan aktif dalam membangun ekonomi umat. Literasi keuangan yang baik akan membantu santri memahami bagaimana mengelola usaha dan memanfaatkan peluang ekonomi secara bijak, sehingga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Gus Fahmi.

Kegiatan SAKINAH di Pondok Pesantren Darunnajah menghadirkan berbagai sesi edukasi, mulai dari pengenalan keuangan syariah serta kewaspadaan terhadap aktivitas keuangan ilegal yang disampaikan oleh OJK, hingga edukasi dari industri jasa keuangan syariah.

Selain itu, peserta juga mendapatkan pemaparan mengenai pengembangan kewirausahaan santri yang diikuti dengan diskusi interaktif bersama para peserta.

Dalam kesempatan tersebut, OJK juga melakukan simbolis pembukaan akses keuangan syariah bagi para santri serta meluncurkan Modul Pengajaran Kewirausahaan dan Literasi Keuangan Syariah. Modul ini diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembelajaran berkelanjutan di lingkungan pesantren.

Baca Juga  Okki Maulana Dorong Pembangunan Kalteng 2026 Lebih Tepat Sasaran dan Inklusif

Pengembangan modul tersebut merupakan bagian dari komitmen OJK untuk memperluas literasi keuangan syariah, sekaligus memperkuat peran pesantren sebagai pusat pembelajaran ekonomi berbasis nilai-nilai syariah.

Modul tersebut juga diharapkan dapat dioptimalkan oleh seluruh jaringan sekolah di bawah Lembaga Pendidikan Nahdlatul Ulama sehingga manfaatnya dapat menjangkau lebih luas kalangan pelajar dan santri di berbagai daerah.

Kegiatan ini turut dihadiri Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Kerukunan Beragama Gus Ulun Nuha serta CEO Pesantren Development sekaligus tokoh muda NU Rozi Ahmad.

Melalui program SAKINAH, OJK menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat literasi dan inklusi keuangan syariah melalui berbagai program edukasi yang menjangkau berbagai lapisan masyarakat, termasuk komunitas pesantren. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap sistem keuangan syariah sekaligus memperkuat peran pesantren sebagai pusat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah yang adil, inklusif, dan berkelanjutan. (Red/Adv)