AKADEMIKAHEADLINEPEMPROV KALIMANTAN TENGAH

Rektor UPR Ingatkan Mahasiswa Serius Hadapi Tantangan Dunia Kerja

17

PALANGKA RAYA – Rektor Universitas Palangka Raya (UPR) Prof. Dr. Ir. Salampak, M.S., IPU, meminta mahasiswa baru serius menjalani pendidikan sebagai bekal menghadapi tantangan setelah menyelesaikan studi. Kesungguhan dalam belajar dinilai penting agar mahasiswa memiliki kemampuan untuk beradaptasi ketika nantinya terjun ke dunia kerja dan menghadapi berbagai persoalan di lapangan.

“Mahasiswa harus serius belajar, karena tantangan ke depan sangat berat. Mereka nantinya harus siap ketika terjun ke lapangan,” kata Rektor UPR Prof. Dr. Ir. Salampak, M.S., IPU, Senin (10/08/2026).

Menurut Salampak, pendidikan tinggi tidak hanya menjadi proses untuk memperoleh gelar akademik, tetapi juga menjadi tahapan penting dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi kehidupan setelah lulus. Karena itu, mahasiswa perlu memanfaatkan masa pendidikan untuk membangun pengetahuan, keterampilan, sikap, serta kemampuan beradaptasi dengan berbagai perubahan.

“Kita berharap mereka nantinya menjadi orang sukses. Untuk mencapai hal tersebut, mahasiswa harus menjalani pendidikan dengan sungguh-sungguh dan mempersiapkan diri sejak awal,” ujarnya.

Pesan tersebut disampaikan seiring pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) UPR Tahun 2026 yang diikuti sebanyak 3.542 mahasiswa. Para mahasiswa baru tersebut tersebar di delapan fakultas dan 44 program studi dengan latar belakang daerah asal yang beragam.

Baca Juga  Konsisten Membawa Arus Perubahan Warnai HUT ke-14 Partai NasDem di Kalimantan Tengah

“PKKMB menjadi pintu awal bagi mahasiswa baru untuk mengenal lingkungan akademik dan kehidupan kemahasiswaan sekaligus memulai perjalanan pendidikan tinggi di UPR,” kata Salampak.

Mahasiswa baru UPR berasal dari 136 daerah yang tersebar di 28 provinsi di Indonesia. Kalimantan Tengah menjadi daerah asal peserta terbanyak dengan 3.047 mahasiswa, disusul Sumatera Utara sebanyak 254 mahasiswa, sedangkan 59 peserta belum mengisi daerah asal.

“Mahasiswa harus mampu beradaptasi dengan tantangan yang ada. Mereka tidak hanya dituntut memahami bidang keilmuan, tetapi juga harus memiliki kesiapan ketika menghadapi persoalan di lapangan,” tuturnya.

Selain itu, Salampak mengingatkan mahasiswa agar menjauhkan diri dari berbagai perilaku negatif yang dapat menghambat proses pendidikan maupun merusak masa depan. Mahasiswa diminta menghindari tiga dosa besar pendidikan di Indonesia, yakni perundungan atau bullying, kekerasan seksual, dan intoleransi, serta menjauhi narkoba.

Baca Juga  Anak-Anak Disabilitas Berkreasi Bersama di Workshop Ecoprint

“Mereka harus dapat menghindari tiga dosa besar pendidikan di Indonesia, yaitu perundungan atau bullying, kekerasan seksual, dan intoleransi,” tegasnya.

Menurutnya, kesiapan menghadapi dunia kerja perlu dibangun sejak mahasiswa mulai menjalani pendidikan. Proses belajar yang serius, pembentukan karakter, kemampuan beradaptasi, dan sikap bertanggung jawab menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari persiapan mahasiswa sebelum menyelesaikan studi dan memasuki dunia profesional.

“Setelah menyelesaikan pendidikan, mereka dituntut mampu beradaptasi dan siap menghadapi dunia kerja serta berbagai persoalan di lapangan,” tandas Salampak. (Red/Adv)

Facebook Comments Box
Exit mobile version