PALANGKA RAYA — Tim gabungan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhutla) Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah kembali melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Petuk Ketimpun, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya. Penanganan tersebut dilakukan untuk menindaklanjuti titik kebakaran sebelumnya yang belum sepenuhnya padam.
Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah Agustan Saining mengatakan kondisi gambut dalam di kawasan tersebut membutuhkan penanganan secara intensif serta pemantauan berkelanjutan. “Petugas di lapangan terus bergerak cepat melakukan pemadaman, pembatasan penjalaran api, hingga pendinginan intensif. Kerja sama lintas instansi sangat krusial agar api di atas tanah gambut ini tidak meluas,” ujarnya, baru-baru ini.
Operasi pemadaman dimulai pukul 10.28 WIB pada lokasi yang berada di koordinat 2°8’23”S 113°51’44”E. Tim diterjunkan untuk memastikan titik api yang sebelumnya muncul dapat dikendalikan dan tidak kembali menjalar ke kawasan sekitar.
Menurut Agustan, penanganan dilakukan dengan menghadapi karakteristik lahan gambut serta vegetasi yang mudah terbakar. “Kondisi gambut dalam membuat proses pemadaman dan pendinginan membutuhkan waktu, sehingga petugas harus memastikan tidak ada bara yang kembali memicu api,” katanya.
Operasi tersebut melibatkan personel Dalkarhutla dan tim pemadaman darat Dishut Kalteng, Masyarakat Peduli Api (MPA) Petuk Ketimpun, BPBD Kota Palangka Raya beserta Kalaksa BPBD, serta Satpol PP Kota Palangka Raya. Penanganan juga diperkuat dukungan helikopter water bombing BNPB untuk membantu pemadaman dari udara.
Kawasan Areal Penggunaan Lain (APL) yang menjadi lokasi penanganan memiliki vegetasi berupa semak belukar, pakis-pakisan, akasia, galam, sawit, dan purun. Vegetasi tersebut membuat api berpotensi menjalar dengan cepat sehingga petugas melakukan pemadaman sekaligus pembatasan area terdampak.
Agustan menyampaikan tim mengerahkan sejumlah sarana untuk mempercepat penanganan di lapangan.
“Kami mengerahkan satu unit mobil Slip On Ayaxx, satu unit mobil Single Cabin Hilux, mobil tangki berkapasitas 10.000 liter, mesin pompa Honda WL, dua unit Mini Striker, puluhan rol selang, serta berbagai kelengkapan nozzle,” ungkapnya.
Sumber air dari parit yang berjarak sekitar 20 meter dari titik kebakaran cukup membantu proses pemadaman. Namun, kedalaman gambut membuat pendinginan tetap memerlukan waktu karena petugas harus memastikan panas dan bara di bawah permukaan tidak kembali menimbulkan api.
Pemadaman darat dan dukungan udara berakhir pada pukul 17.16 WIB. Meski demikian, kondisi lokasi masih menyisakan titik asap sehingga tim gabungan tetap melakukan pemantauan dan penanganan lanjutan untuk memastikan kawasan benar-benar aman.
“Upaya pemadaman dan pendinginan akan terus kami lanjutkan. Kami mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada dan segera melaporkan apabila menemukan titik api atau asap di sekitar lingkungan,” tandas Agustan. (Red/Adv)



















