PANGKALAN BUN – Upaya memperkenalkan olahraga Korfball ke masyarakat Kalimantan Tengah kian nyata. Sebanyak 41 guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) dari berbagai jenjang pendidikan di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) mengikuti Coaching Clinic yang digelar di SMA Negeri 1 Kumai, Senin (10/11/2025).
Kegiatan ini menjadi bagian penting dari komitmen Pengurus Provinsi Persatuan Korfball Seluruh Indonesia (Pengprov PKSI) Kalimantan Tengah untuk memasyarakatkan olahraga bola keranjang asal Belanda tersebut di Bumi Tambun Bungai.
Ketua Umum Pengprov PKSI Kalteng, Nopri Setiawan, menegaskan pelatihan kepada guru PJOK ini merupakan langkah strategis memperluas pemahaman dasar Korfball di lingkungan sekolah.
“Program utama kami adalah mengenalkan Korfball secara masif melalui inisiatif ‘Korfball Goes to School and Community’. Program ini bertujuan membumikan olahraga ini, dimulai dari tingkat SD, SMP, SMA, hingga perguruan tinggi,” ujarnya, Senin (10/11/2025).
Pelatihan ini diikuti dengan antusias. Para guru tidak hanya menerima teori, tetapi juga praktik langsung dari narasumber berpengalaman, yakni Imanuel M Tanasela dan Gery William M. OR, didampingi dua atlet berprestasi, Alferdo Sinaga dan Siti Anin Tatum.
Menurut Nopri, kegiatan ini merupakan kelanjutan dari kunjungan sebelumnya di Kabupaten Katingan dan akan terus berlanjut ke kabupaten/kota lainnya.
“Paling tidak sasaran kami, olahraga ini masuk ke sekolah-sekolah, apalagi jika bisa menjadi kegiatan ekstrakurikuler, kami akan sangat bahagia,” tambahnya.
Dukungan penuh juga datang dari KONI Kabupaten Kotawaringin Barat yang melihat Korfball sebagai olahraga potensial untuk dikembangkan.
Pengprov PKSI Kalteng menilai pembinaan atlet berprestasi harus dimulai sejak usia dini, agar Kalteng mampu mencetak atlet Korfball berdaya saing nasional.
“Melalui para guru inilah kami yakin semangat pembinaan bisa tumbuh dari sekolah-sekolah,” tandas Nopri. (Red/Adv)











