banner 468x60
DPRD KALIMANTAN TENGAHHEADLINE

DPRD Minta Pemda Kalteng Perketat Pengawasan PAD di Tengah Penurunan APBD 2026

Anggota DPRD Kalteng, Tomy Irawan.
banner 468x60

PALANGKA RAYA – Proyeksi penurunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kalimantan Tengah (Kalteng) tahun 2026 menjadi sekitar Rp7,1 triliun disoroti Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalteng.

Penurunan anggaran ini dikhawatirkan dapat menghambat program pembangunan jika tidak diantisipasi dengan strategi yang tepat.

banner 300x600

Anggota DPRD Kalteng, Tomy Irawan, menekankan pentingnya Pemerintah Daerah (Pemda) untuk tidak bergantung pada dana transfer dari pemerintah pusat.

Ia menilai Kalteng memiliki potensi besar dalam Pendapatan Asli Daerah (PAD), namun belum dikelola secara maksimal.

“Intinya adalah bagaimana meningkatkan PAD. Jangan hanya berharap dari pusat. Potensi PAD kita besar, hanya memang pengawasan dan pemanfaatannya belum optimal,” ujarnya baru-baru ini.

Baca Juga  Agustiar Sabran Raih Penghargaan Inovasi Pendidikan di Pemimpin Daerah Award 2025

Tomy menilai, tren penurunan APBD sudah tergambar dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Namun, ia mengingatkan agar target RPJMD tidak dipandang sebagai angka statis, melainkan dasar untuk berinovasi dan memperkuat pendapatan daerah.

Menurutnya, penguatan PAD bisa dilakukan melalui pajak daerah, retribusi, hingga optimalisasi pengelolaan aset.

Namun yang lebih penting, kata Tomy, adalah pengawasan yang ketat agar potensi tersebut tidak bocor.

DPRD Kalteng berharap Pemda segera mengambil langkah strategis dengan memperkuat sistem pengawasan PAD, sehingga meskipun APBD turun, program pembangunan di Kalteng tetap dapat berjalan sesuai rencana. (dam)

Baca Juga  DPRD Kalteng: WPR Beri PAD, Tapi Penentuan Lokasi Harus Libatkan Masyarakat
+ posts
banner 300250
banner 468x60
Exit mobile version