PALANGKA RAYA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Tengah bersama Lembaga Jasa Keuangan (LJK) sektor perasuransian memperkuat literasi dan inklusi keuangan di kalangan mahasiswa melalui program edukasi sektor perasuransian di Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMPR). Kolaborasi tersebut menjadi langkah strategis untuk meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai pengelolaan risiko keuangan melalui instrumen asuransi sekaligus memperluas akses terhadap perlindungan finansial yang aman dan berizin.
Kegiatan yang merupakan bagian dari Kick Off Bulan Literasi Keuangan Tahun 2026 itu dihadiri unsur pimpinan kampus, pimpinan cabang LJK sektor perasuransian, dekan, dosen, dan mahasiswa di lingkungan UMPR. Rektor UMPR diwakili Direktur Kerja Sama dan Hubungan Internasional UMPR Rakhdinda Dwi Arta Qairi, S.Pd., M.A.P., yang turut menyampaikan pentingnya pemahaman keuangan sebagai bekal mahasiswa sebelum memasuki dunia profesional.
Kolaborasi OJK dan LJK tersebut difokuskan pada penguatan literasi dan inklusi keuangan sektor perasuransian dengan memberikan pemahaman tentang pentingnya manajemen risiko sejak dini. Selain itu, mahasiswa diperkenalkan berbagai produk perlindungan finansial yang aman serta telah memiliki izin dan pengawasan dari OJK, sehingga dapat dimanfaatkan secara tepat dan bertanggung jawab.
Wilayah kampus dinilai menjadi ruang strategis untuk menjembatani kesenjangan pemahaman keuangan di kalangan generasi muda. Oleh sebab itu, mahasiswa tidak hanya diberikan wawasan teoritis, tetapi juga diajak mengubah pemahaman menjadi tindakan nyata melalui pemanfaatan instrumen perlindungan finansial guna menjaga stabilitas ekonomi pribadi dari risiko tak terduga di masa depan.
Direktur Kerja Sama dan Hubungan Internasional UMPR, Rakhdinda Dwi Arta Qairi, menegaskan bahwa literasi keuangan, khususnya sektor perasuransian, merupakan kemampuan penting yang perlu dimiliki mahasiswa sebelum memasuki kehidupan profesional maupun kehidupan bermasyarakat.
“Literasi keuangan, khususnya sektor perasuransian, merupakan keterampilan hidup (life skill) yang sangat krusial bagi mahasiswa sebelum terjun ke dunia profesional dan masyarakat. Harapannya kegiatan ini membuka wawasan Mahasiswa/i UMPR agar lebih rasional dalam merencanakan masa depan, serta menjadi motor penggerak inklusi keuangan di lingkungan keluarga dan masyarakat Kota Palangka Raya,” ujarnya, baru-baru ini.
Menurut Arta, mahasiswa memiliki posisi penting sebagai agen perubahan dalam membangun budaya keuangan yang sehat. Pemahaman yang baik terhadap sektor perasuransian diharapkan tidak berhenti di lingkungan kampus, melainkan dapat diteruskan kepada keluarga dan masyarakat sehingga manfaat literasi keuangan semakin meluas.
Kepala OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Primandanu Febriyan Aziz, menyampaikan bahwa penguatan literasi asuransi menjadi semakin relevan di tengah meningkatnya risiko kehidupan, mulai dari kesehatan, kecelakaan, bencana, hingga ketidakpastian ekonomi yang dapat memengaruhi stabilitas finansial generasi muda.
“Pentingnya literasi asuransi sejak dini menjadi semakin relevan di tengah meningkatnya berbagai risiko kehidupan, mulai dari risiko kesehatan, kecelakaan, bencana, hingga ketidakpastian ekonomi. Pemahaman mengenai asuransi sejak dini membantu generasi muda memiliki kemampuan dalam merencanakan keuangan, mengelola risiko, serta mengambil keputusan keuangan yang bijak dan bertanggung jawab,” terang Primandanu.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi edukatif dari para narasumber kepada mahasiswa UMPR guna memperkuat pemahaman terhadap manfaat produk dan perlindungan asuransi. Pada akhir kegiatan, LJK sektor perasuransian memberikan produk asuransi mikro secara gratis kepada 500 mahasiswa dan perlindungan asuransi kepada 20 dosen sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan inklusi keuangan di lingkungan kampus.
Melalui kolaborasi antara OJK, LJK sektor perasuransian, dan UMPR, penguatan literasi serta inklusi keuangan diharapkan semakin menjangkau generasi muda sejak di bangku kuliah. Sinergi tersebut diharapkan membentuk mahasiswa yang lebih siap menghadapi risiko kehidupan, memiliki kemampuan mengelola keuangan secara bijak, serta menjadi penggerak edukasi keuangan di tengah masyarakat. (Red/ADV)









