AKADEMIKAHEADLINEPEMKOT PALANGKA RAYAPEMPROV KALIMANTAN TENGAH

Workshop THP UPR Rumuskan RPS OBE Berbasis Keunggulan Lokal

0
×

Workshop THP UPR Rumuskan RPS OBE Berbasis Keunggulan Lokal

Sebarkan artikel ini

PALANGKA RAYA – Program Studi Teknologi Hasil Perikanan (THP), Fakultas Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan (FPKP) Universitas Palangka Raya (UPR) menyusun Rencana Pembelajaran Semester (RPS) berbasis Outcome-Based Education (OBE) melalui sebuah workshop sebagai langkah strategis meningkatkan kualitas lulusan yang adaptif dan berdaya saing.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Ruang Teater Gedung Pusat Pengembangan Iptek dan Inovasi Gambut (PPIIG) UPR, dengan melibatkan unsur pimpinan fakultas, unit penjaminan mutu, pimpinan jurusan, koordinator program studi, serta tim penyusun kurikulum lintas program studi.

Workshop dibuka oleh Dekan FPKP UPR yang diwakili Ketua Jurusan Perikanan, Dr. Noor Syarifuddin Yusuf, S.Pi., M.Si., yang menegaskan pentingnya peran RPS dalam mendukung ketercapaian pembelajaran mahasiswa.

Menurutnya, RPS tidak hanya berfungsi sebagai dokumen administratif, tetapi juga sebagai panduan strategis dalam memastikan kualitas proses pendidikan yang selaras dengan kebutuhan pemangku kepentingan dan dunia kerja.

“RPS bukan sekadar dokumen administratif, melainkan panduan strategis untuk memastikan capaian pembelajaran sesuai dengan kebutuhan stakeholder dan dunia kerja. RPS merupakan kontrol dalam pembentukan kompetensi lulusan ke depan,” ujarnya, baru-baru ini.

Ia menambahkan, RPS juga mencerminkan kontrak akademik antara perguruan tinggi dengan mahasiswa, alumni, serta pengguna lulusan, sehingga penyusunannya harus mampu merepresentasikan kekhasan institusi sekaligus menjawab tantangan global yang terus berkembang.

Baca Juga  Ketua Komisi I DPRD Kalteng Dorong Pemprov Tingkatkan Bantuan Pupuk dan Alat Pertanian

Dalam kegiatan tersebut, hadir narasumber Dr. Candra, S.Pi., M.Si., Ketua Pusat Mutu dan Manajemen Risiko Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) Universitas Lambung Mangkurat (ULM), yang menyampaikan materi terkait rekonstruksi kurikulum berbasis OBE pada Prodi THP UPR.

Ia menekankan pentingnya keselarasan antara capaian pembelajaran lulusan (CPL), capaian pembelajaran mata kuliah (CPMK), serta sistem asesmen yang terstruktur dan terukur.

“Pengukuran ketercapaian CPMK dilakukan melalui siklus kecil yang mencakup berbagai instrumen evaluasi, seperti tugas, proyek, kuis, UTS, dan UAS, sehingga mutu pembelajaran dapat dipantau dan ditingkatkan secara berkelanjutan,” jelasnya.

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya penerapan Workload-Based Learning (WBL) guna menjaga keseimbangan beban belajar mahasiswa agar tetap proporsional dan efektif dalam mendukung capaian pembelajaran.

Dalam sesi diskusi, Dr. Candra memberikan penekanan khusus pada pentingnya penguatan keunggulan lokal dalam struktur mata kuliah, khususnya yang berkaitan dengan karakteristik perairan rawa dan gambut di Kalimantan.

Menurutnya, aspek tersebut merupakan diferensiasi utama yang tidak dimiliki oleh program studi serupa di perguruan tinggi lain, sehingga perlu diintegrasikan secara kuat dalam kurikulum dan RPS sebagai identitas akademik.

Sementara itu, Ketua Panitia, Dr. Firlianty, S.Pi., M.S., menyampaikan bahwa workshop ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam reorientasi kurikulum yang menitikberatkan pada keunggulan lokal berbasis ekosistem rawa gambut.

Baca Juga  Dukungan Berkelanjutan bagi UMKM Diharapkan Meningkat

“Penguatan nuansa lokal dalam kurikulum dan RPS diharapkan mampu menarik minat putra-putri Dayak untuk mengembangkan potensi hasil perikanan daerah. Dengan pendekatan ini, produk perikanan lokal diharapkan menjadi lebih variatif, bernilai tambah tinggi, dan dikenal secara lebih luas,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa pengembangan kurikulum berbasis OBE tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada relevansi lulusan dengan kebutuhan industri serta potensi daerah.

Melalui workshop ini, Prodi THP FPKP UPR menegaskan komitmennya untuk mengimplementasikan kurikulum berbasis OBE secara konsisten, sekaligus memperkuat identitas akademik yang berakar pada potensi lokal Kalimantan.

Upaya ini diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki keunggulan khas di bidang teknologi hasil perikanan berbasis ekosistem rawa dan gambut. (Red/Adv)

+ posts