DPRD KALIMANTAN TENGAHHEADLINENASIONALPEMPROV KALIMANTAN TENGAH

Percepat Pengendalian Karhutla di Kalteng, Kolaborasi Petugas dan Warga Diapresiasi 

26
FOTO Ist.: Ketua DPW Partai NasDem Kalimantan Tengah, Faridawaty Darland Atjeh

PALANGKA RAYA – Kolaborasi petugas dan masyarakat menjadi salah satu kekuatan penting dalam mempercepat pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah. Respons cepat sejak munculnya indikasi kebakaran dinilai mampu mencegah api berkembang dan meluas, terutama pada wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi selama musim kemarau.

Keterlibatan masyarakat tidak hanya diperlukan ketika kebakaran telah terjadi, tetapi juga sejak tahap deteksi dini. Informasi warga mengenai kemunculan asap maupun titik api dapat membantu petugas melakukan pengecekan dan penanganan lebih cepat. Pola kerja bersama tersebut menjadi bagian penting dalam upaya menekan risiko kebakaran yang lebih besar.

Penanganan karhutla di Kalteng saat ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, BPBD/BPBPK, TNI, Polri, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), hingga masyarakat di sekitar wilayah rawan. Setiap unsur memiliki peran dalam pemantauan, pelaporan, pemadaman, pendinginan, serta pencegahan agar api tidak kembali muncul.

Berdasarkan data BPB-PK Provinsi Kalimantan Tengah, sepanjang 1 Januari hingga 15 Juli 2026 tercatat 472 kejadian karhutla. Pada 15 Juli 2026, terpantau 34 titik panas dengan 23 kejadian karhutla dan estimasi luas lahan terbakar mencapai 14,24 hektare. Penanganan didukung 238 personel gabungan dan empat unit helikopter untuk patroli udara, pemantauan titik panas, serta mendukung operasi pemadaman.

Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya kecepatan penanganan di lapangan. Kebakaran yang ditemukan sejak awal memberikan kesempatan lebih besar kepada petugas untuk mengendalikan api sebelum menjalar ke areal yang lebih luas. Terlebih, karakteristik sebagian wilayah Kalteng yang memiliki lahan gambut membuat kebakaran membutuhkan penanganan cepat, terukur, dan berkelanjutan.

Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Tengah, Faridawaty Darland Atjeh, mengingatkan seluruh pihak agar tidak lengah menghadapi peningkatan ancaman karhutla selama musim kemarau.

“Peristiwa karhutla yang mulai terjadi ini harus menjadi peringatan bagi kita semua. Jangan sampai kebakaran semakin meluas karena kelalaian atau aktivitas pembakaran lahan,” ujar Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Tengah, Faridawaty Darland Atjeh, baru-baru ini.

Menurut Faridawaty, pencegahan merupakan langkah yang lebih efektif dibandingkan menunggu api membesar. Karena itu, kewaspadaan perlu diperkuat melalui patroli di wilayah rawan, pemantauan secara berkala, serta penanganan segera setiap titik api yang ditemukan agar tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.

Ketua DPW Partai NasDem Kalimantan Tengah itu juga menekankan bahwa pengendalian karhutla tidak dapat hanya mengandalkan kemampuan pemerintah atau petugas pemadam. Sinergi dengan masyarakat menjadi bagian penting karena warga merupakan pihak yang berada paling dekat dengan lingkungan tempat tinggal dan kawasan yang berpotensi mengalami kebakaran.

Keterlibatan warga dalam menyampaikan informasi secara cepat menjadi bentuk partisipasi sederhana yang memiliki dampak besar. Ketika laporan diterima lebih awal, petugas dapat segera melakukan pengecekan lokasi, menentukan langkah penanganan, dan mengerahkan personel serta peralatan sesuai kebutuhan.

Upaya tersebut sejalan dengan langkah pemerintah yang terus memperkuat patroli terpadu, deteksi dini titik panas, penyediaan sumber air, serta kesiapan personel dan peralatan. BNPB juga meminta pemerintah daerah, BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, relawan, dunia usaha, dan masyarakat memperkuat pencegahan serta kesiapsiagaan menghadapi ancaman karhutla selama musim kemarau.

Di tingkat provinsi, penguatan koordinasi juga dilakukan untuk memastikan penanganan berjalan efektif. BNPB menyebut operasi gabungan melalui satuan tugas darat dan udara terus dioptimalkan, termasuk dukungan dua helikopter patroli, tiga helikopter *water bombing*, serta pesawat untuk Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Kolaborasi antara petugas dan masyarakat menjadi semakin penting karena penanganan karhutla bukan hanya persoalan memadamkan api, tetapi juga mencegah kebakaran berulang. Setelah api berhasil dikendalikan, pemantauan dan pendinginan tetap diperlukan untuk memastikan tidak ada bara yang kembali memicu kebakaran.

Wakil rakyat asal Dapil Kalteng I yang meliputi Kota Palangka Raya, Kabupaten Katingan, dan Kabupaten Gunung Mas ini menilai kesadaran masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar juga menjadi bagian penting dari upaya pencegahan. Kebiasaan tersebut harus ditinggalkan karena pada kondisi kemarau, api lebih mudah menjalar dan berpotensi menimbulkan kabut asap.

Dengan keterlibatan masyarakat sejak tahap pelaporan, kesiapan petugas di lapangan, serta dukungan pemerintah melalui patroli dan sarana pemadaman, potensi karhutla dapat ditangani lebih cepat. Kolaborasi tersebut sekaligus menjadi bentuk kepedulian bersama dalam menjaga lingkungan dan melindungi masyarakat dari dampak kebakaran.

Pada akhirnya, keberhasilan pengendalian karhutla sangat bergantung pada kecepatan informasi dan tindakan bersama. Ketika warga segera melaporkan potensi kebakaran dan petugas cepat melakukan penanganan, peluang api untuk meluas dapat ditekan. Sinergi tersebut menjadi modal penting bagi Kalimantan Tengah untuk menghadapi musim kemarau sekaligus menjaga lingkungan, kesehatan, dan aktivitas masyarakat tetap aman. (Red/Adv)

Facebook Comments Box
Exit mobile version