HEADLINENASIONALPEMPROV KALIMANTAN TENGAH

Respons Cepat Tim Gabungan Jadi Kunci Cegah Karhutla

25
FOTO Ist.: Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Tengah Faridawaty Darland Atjeh

PALANGKA RAYA – Respons cepat tim gabungan menjadi salah satu faktor penting dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meluas di Kalimantan Tengah. Penanganan sejak api terdeteksi dinilai mampu mengendalikan kebakaran sebelum berkembang dan menjangkau kawasan yang lebih luas.

“Karhutla harus diantisipasi sejak dini karena dampaknya tidak hanya terhadap lingkungan, tetapi juga dapat mengganggu kesehatan serta aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat,” kata Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Tengah, Faridawaty Darland Atjeh, baru-baru ini.

Upaya pencegahan dan penanganan karhutla terus diperkuat seiring meningkatnya kewaspadaan pada musim kemarau. Pemerintah bersama unsur terkait melakukan patroli, pemantauan titik panas, pengecekan lapangan, hingga pemadaman pada lokasi yang terindikasi mengalami kebakaran.

“Kecepatan dalam menerima informasi, melakukan pengecekan, kemudian mengerahkan personel dan peralatan sangat menentukan agar api tidak berkembang menjadi lebih besar,” ujarnya.

Operasi penanganan karhutla di Kalteng melibatkan pemerintah daerah, BPBD/BPBPK, TNI, Polri, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta unsur terkait lainnya. Setiap unsur menjalankan peran sesuai tugas masing-masing dalam mendukung pemantauan dan penanganan kebakaran di lapangan.

“Semua pihak harus memiliki kepedulian yang sama, termasuk masyarakat, karena informasi mengenai asap atau titik api dapat menjadi laporan awal bagi petugas untuk segera melakukan pengecekan,” katanya.

Faridawaty mengingatkan masyarakat agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Menurut dia, kesadaran masyarakat menjadi bagian penting dalam mencegah munculnya titik api, terutama ketika kondisi lahan dan vegetasi lebih mudah terbakar pada musim kemarau.

“Jangan membuka lahan dengan cara membakar karena ketika kondisi kering, api dapat dengan cepat menyebar dan sulit dikendalikan,” kata Faridawaty.

Selain pemadaman, operasi gabungan juga diarahkan pada patroli dan pemantauan secara berkelanjutan untuk mendeteksi potensi kebakaran sedini mungkin. Langkah tersebut sekaligus memastikan lokasi yang telah dipadamkan tetap dalam pengawasan sehingga api tidak kembali menyala.

“Kolaborasi pemerintah, aparat, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan harus terus dijaga. Pencegahan akan lebih efektif apabila dilakukan bersama sejak awal,” tandas Faridawaty. (Red/Adv)

Facebook Comments Box
Exit mobile version