PALANGKARAYA – Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Palangka Raya (FISIP UPR) tidak hanya menjadi kegiatan pengenalan lingkungan perguruan tinggi, tetapi juga diarahkan sebagai tahap awal pembentukan karakter mahasiswa. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa baru diberikan pemahaman mengenai kehidupan akademik sekaligus dibekali motivasi agar mampu menjalani pendidikan secara optimal dan menyelesaikannya tepat waktu.
Dekan FISIP UPR, Prof. Dr. Bhayu Rhama, S.T., M.B.A., Ph.D., mengatakan PKKMB merupakan momentum penting untuk memberikan gambaran awal kepada mahasiswa baru mengenai berbagai aspek yang akan mereka hadapi selama menempuh pendidikan di perguruan tinggi. “Kita berharap pengenalan ini memberikan motivasi kepada mahasiswa baru untuk bisa lulus tepat waktu dan menjalani pendidikan secara maksimal sehingga dapat memanfaatkan dukungan sarana dan prasarana yang dimiliki,” kata Bhayu.
Dalam rangkaian PKKMB tersebut, mahasiswa baru diperkenalkan dengan organisasi dan struktur perguruan tinggi, sistem pembelajaran, serta berbagai sarana dan prasarana yang tersedia di lingkungan FISIP UPR. Pengenalan itu diharapkan membantu mahasiswa memahami lingkungan akademik sejak awal sehingga mereka dapat menyesuaikan diri dengan pola kehidupan perkuliahan dan memanfaatkan berbagai fasilitas yang tersedia untuk menunjang proses pendidikan.
Guru Besar bidang pariwisata UPR itu menekankan pentingnya mahasiswa memanfaatkan seluruh fasilitas kampus sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas proses belajar. “Mahasiswa tidak hanya dituntut mengikuti kegiatan perkuliahan, tetapi juga perlu memahami berbagai layanan dan fasilitas yang dapat mendukung pencapaian akademiknya,” ujar Bhayu.
Selain memberikan pembekalan akademik, pelaksanaan PKKMB FISIP UPR 2026 juga mendapat pengawasan untuk memastikan seluruh kegiatan berjalan sesuai ketentuan. Pengawasan tersebut menjadi bagian penting dalam menciptakan suasana pengenalan kampus yang aman, edukatif, dan mendukung proses adaptasi mahasiswa baru tanpa adanya tindakan yang dapat mengarah pada kekerasan.
“Dalam pelaksanaan kegiatan PKKMB ini, FISIP UPR tentunya sudah memiliki pengawas dan juga dimonitor oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan FISIP UPR agar bisa berjalan dengan baik tanpa adanya kekerasan dalam pelaksanaannya,” kata Bhayu.
PKKMB FISIP UPR 2026 diikuti sebanyak 387 mahasiswa baru. Jumlah tersebut menjadi bagian dari proses awal mahasiswa mengenal lingkungan akademik, sistem pendidikan, serta berbagai aktivitas yang akan dijalani selama menjadi bagian dari keluarga besar FISIP UPR. Pembekalan yang diberikan diharapkan dapat menjadi panduan bagi mahasiswa dalam menentukan langkah selama menjalani pendidikan.
“Saya berharap seluruh peserta PKKMB FISIP UPR 2026 bisa memanfaatkan kegiatan sebaik-baiknya sehingga pandangan atau panduan yang mereka dapatkan dapat diperoleh secara maksimal,” tuturnya.
Pembentukan karakter menjadi salah satu perhatian FISIP UPR dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi proses pendidikan hingga memasuki kehidupan setelah lulus. Kemampuan akademik dinilai perlu berjalan beriringan dengan pengembangan keterampilan nonakademik atau soft skill agar mahasiswa memiliki bekal yang lebih lengkap dan mampu beradaptasi dengan berbagai tantangan setelah menyelesaikan pendidikan.
“Keberhasilan pendidikan mahasiswa tidak hanya diukur dari pencapaian akademik, tetapi mahasiswa juga perlu memiliki kemampuan nonakademik dan kepedulian sosial agar ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan dapat memberikan manfaat ketika kembali ke tengah-tengah masyarakat,” tandas Bhayu. (Red/Adv)



















