EKONOMI & BISNISHEADLINE

OJK Perkuat Sektor Keuangan Dukung Indonesia Berdaulat

16
FOTO Ist.: Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi

JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan komitmennya memperkuat kontribusi sektor jasa keuangan dalam mendukung terwujudnya Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penguatan stabilitas dan integritas sektor jasa keuangan, perluasan akses keuangan yang aman dan bertanggung jawab, serta optimalisasi pembiayaan bagi kegiatan ekonomi produktif dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

“Untuk memperkuat Indonesia yang berdaulat, kita harus memastikan sektor jasa keuangan tetap kuat, stabil, berintegritas, dan mampu mendukung program pembangunan nasional. Pengawasan kita harus tangguh menghadapi gejolak, adaptif terhadap perkembangan teknologi, tegas dalam menegakkan ketentuan, dan selalu berorientasi pada kepentingan bangsa,” kata Friderica saat menyampaikan amanat pada Upacara Kemerdekaan ke-81 RI, di Lapangan Banteng, Jakarta, Senin, 17 Agustus 2026.

Friderica mengatakan, upaya mewujudkan Indonesia yang adil juga perlu dibarengi dengan perluasan akses masyarakat terhadap layanan keuangan yang aman, terjangkau, dan bertanggung jawab. Menurutnya, peningkatan inklusi keuangan harus berjalan seiring dengan penguatan literasi, sedangkan perkembangan inovasi dan teknologi digital harus tetap disertai perlindungan terhadap konsumen.

“Inklusi harus berjalan bersama literasi. Inovasi harus berjalan bersama perlindungan konsumen. Kemajuan digital harus membuka pintu kesempatan, bukan menciptakan ruang baru bagi penipuan, penyalahgunaan data, atau praktik yang merugikan masyarakat,” katanya.

Selain memperluas akses keuangan, OJK juga menaruh perhatian pada pemerataan kesempatan ekonomi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), perempuan, generasi muda, serta masyarakat yang berada di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T). Langkah tersebut dinilai penting agar manfaat perkembangan sektor jasa keuangan dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat.

Baca Juga  Presiden Prabowo Tegaskan Pembangunan Nasional Jadi Landasan Pemerataan Ekonomi

“Untuk mewujudkan Indonesia yang makmur, sektor jasa keuangan harus menjadi penggerak kegiatan produktif: menyalurkan pembiayaan kepada usaha yang menciptakan lapangan kerja, memperkuat hilirisasi dan industri nasional, mendukung inovasi, serta membiayai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” ujar Friderica.

Di hadapan ribuan pegawai OJK, Friderica juga mengingatkan semakin besarnya kepercayaan dan amanah strategis yang diberikan negara kepada lembaga tersebut untuk mendukung agenda pembangunan nasional. Amanah itu sejalan dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto dalam Pidato Kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI 14 Agustus 2026.

“Bagi kita, ini bukan sekadar bertambahnya tugas dan kewenangan. Ini adalah kepercayaan negara kepada OJK yang harus kita jaga,” kata Friderica. Amanah strategis tersebut mencakup pembangunan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS), reformasi pasar modal, serta penguatan ekosistem pasar karbon melalui Sistem Registri Unit Karbon (SRUK).

Dalam pelaksanaan amanah tersebut, OJK bertanggung jawab memastikan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis dibangun sebagai pasar yang kredibel, transparan, dan berintegritas serta mendukung terbentuknya Indonesia Reference Price. Sementara itu, reformasi pasar modal diarahkan untuk memperkuat fondasi pembiayaan pembangunan nasional, termasuk penguatan kelembagaan dan demutualisasi Bursa Efek agar pasar modal semakin dalam, likuid, transparan, berintegritas, kompetitif, dan dipercaya.

Baca Juga  Rakor KHBS Digelar di Istana Isen Mulang, Pemprov Kalteng Tegaskan Komitmen Bantuan Tepat Sasaran

“Penguatan ekosistem Pasar Karbon melalui SRUK merupakan kesempatan bagi Indonesia untuk membangun ekosistem pasar karbon nasional yang kredibel, transparan, dan terhubung dengan pasar global. OJK harus memastikan sektor jasa keuangan menjadi enabler yang mempercepat pembiayaan ekonomi hijau dan pembangunan berkelanjutan,” tandas Friderica. Upacara peringatan Kemerdekaan ke-81 RI tersebut diikuti seluruh pegawai OJK di Jakarta dan digelar serentak di 39 Kantor OJK di seluruh Indonesia. (Red/Adv)

Facebook Comments Box
+ posts
Exit mobile version