EKONOMI & BISNISHEADLINEPEMPROV KALIMANTAN TENGAH

Luas Panen Mencapai 97,15 Ribu Hektare, BPS Kalimantan Tengah Catat Produksi Padi di Tahun 2025 Alami Penurunan

137
×

Luas Panen Mencapai 97,15 Ribu Hektare, BPS Kalimantan Tengah Catat Produksi Padi di Tahun 2025 Alami Penurunan

Sebarkan artikel ini
FOTO Ist.: Statistik Ahli Madya BPS Kalimantan Tengah M. Taufiqurrahman

PALANGKARAYA – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Tengah mencatat terjadinya penurunan luas panen padi dan produksi padi sepanjang tahun 2025 dibandingkan tahun sebelumnya.

Kondisi ini turut berdampak pada turunnya produksi beras yang tersedia untuk konsumsi pangan penduduk di wilayah setempat.

Data tersebut disampaikan Statistik Ahli Madya BPS Kalimantan Tengah, M. Taufiqurrahman, yang mewakili Kepala BPS Kalimantan Tengah Agnes Widiastuti, dalam kegiatan Release Berita Resmi Statistik (BRS), Senin, 02 Februari 2026 siang, di Ruang Vicon Lantai 2 Kantor BPS Kalimantan Tengah, Jalan Kapten Pierre Tendean Nomor 06, Kota Palangka Raya.

Berdasarkan hasil pencatatan BPS, luas panen padi di Kalimantan Tengah pada tahun 2025 mencapai 97,15 ribu hektare dengan total produksi padi sebanyak 333,43 ribu ton gabah kering giling (GKG). Angka ini menunjukkan adanya koreksi ke bawah dibandingkan capaian pada tahun 2024.

Taufiqurrahman menjelaskan, penurunan tersebut menjadi gambaran penting bagi pemangku kepentingan untuk mengevaluasi kinerja sektor pertanian, khususnya subsektor tanaman pangan. Menurutnya, data ini dapat menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan peningkatan produktivitas, efisiensi budidaya, serta penguatan ketahanan pangan daerah.

Baca Juga  Penataan Drainase Jalan Seth Adji Dipercepat lewat Pembongkaran Bangunan

Jika dikonversikan menjadi beras untuk konsumsi pangan penduduk, produksi beras Kalimantan Tengah pada tahun 2025 tercatat mencapai 198,06 ribu ton. Capaian ini sejalan dengan turunnya produksi padi yang terjadi pada tahun yang sama.

“Luas panen padi pada 2025 mencapai 97,15 ribu hektare, mengalami penurunan sebesar 13,86 ribu hektare atau 12,49 persen dibandingkan luas panen padi di 2024 yang sebesar 111,02 ribu hektare,” bebernya, Senin (02/02/2026) siang.

Ia menuturkan, berkurangnya luas panen berimplikasi langsung terhadap volume produksi padi. Hal tersebut mencerminkan bahwa tantangan di sektor hulu, seperti kondisi lahan, pola tanam, serta faktor cuaca, masih menjadi variabel yang mempengaruhi kinerja pertanian di Kalimantan Tengah.

Lanjutnya, produksi padi pada 2025 yaitu sebanyak 333,43 ribu ton GKG, mengalami penurunan sebanyak 32,72 ribu ton atau 8,94 persen dibandingkan produksi padi di 2024 yang sebanyak 366,15 ribu ton GKG.

Taufiqurrahman menambahkan, tren penurunan produksi padi secara otomatis turut berdampak pada ketersediaan beras untuk konsumsi. Oleh karena itu, data ini menjadi penting sebagai bahan evaluasi bersama antara pemerintah daerah, instansi teknis, dan pelaku pertanian.

Baca Juga  Hadirkan Via Vallen, Ribuan Warga Antusias Ikuti Kampanye Akbar Willy-Habib di Kapuas 

Menurutnya, informasi statistik yang disampaikan BPS tidak hanya berfungsi sebagai angka, tetapi juga sebagai pijakan dalam perencanaan program pembangunan pertanian yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.

“Produksi beras pada 2025 untuk konsumsi pangan penduduk mencapai 198,06 ribu ton, mengalami penurunan sebanyak 19,43 ribu ton atau 8,94 persen dibandingkan produksi beras di 2024 yang sebanyak 217,5 ribu ton,” imbuhnya.

BPS Kalimantan Tengah berharap seluruh pihak dapat memanfaatkan data ini secara optimal sebagai dasar perumusan kebijakan, sekaligus mendorong sinergi lintas sektor dalam menjaga stabilitas produksi pangan daerah ke depan. (Red/Adv)

+ posts