DPRD KALIMANTAN TENGAHHEADLINE

Sistem Pendidikan Kalteng Dinilai Perlu Lebih Kontekstual

3
×

Sistem Pendidikan Kalteng Dinilai Perlu Lebih Kontekstual

Sebarkan artikel ini
FOTO Ist.: Anggota Komisi III DPRD Kalteng Faridawaty Darland Atjeh.

PALANGKA RAYA – DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) menilai sistem pendidikan di daerah masih memerlukan penyesuaian agar tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik semata, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan masyarakat serta membentuk karakter generasi muda. Pendidikan dinilai perlu dikembangkan secara lebih kontekstual agar selaras dengan kondisi sosial, budaya, dan tantangan perkembangan zaman.

Perubahan tersebut dipandang penting mengingat pendidikan memiliki peran strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki kemampuan beradaptasi dan memahami lingkungan sosial di sekitarnya.

Anggota Komisi III DPRD Kalteng, Faridawaty Darland Atjeh, mengatakan orientasi pendidikan saat ini masih cenderung menitikberatkan pada pencapaian akademik dan keberhasilan peserta didik melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Menurutnya, pendekatan tersebut perlu diimbangi dengan penguatan substansi pendidikan yang mampu membentuk karakter serta meningkatkan pemahaman terhadap kondisi daerah.

Ia menilai tantangan pendidikan di Kalimantan Tengah saat ini tidak hanya berkaitan dengan pemerataan akses pendidikan maupun penyediaan sarana dan prasarana, tetapi juga menyangkut materi pembelajaran yang lebih relevan dengan kehidupan masyarakat.

“Pendidikan tidak cukup hanya berorientasi pada nilai akademik, tetapi juga harus mampu membentuk karakter serta memperkuat pemahaman terhadap budaya dan lingkungan sekitar,” ujarnya, baru-baru ini.

Baca Juga  Pelayanan Kesehatan di Desa Harus Dimaksimalkan

Faridawaty menjelaskan, kondisi geografis Kalimantan Tengah yang memiliki wilayah cukup luas serta keberagaman budaya yang tinggi menjadi faktor penting yang perlu mendapat perhatian dalam penyusunan sistem pendidikan.

Menurutnya, keberagaman tersebut seharusnya dapat menjadi bagian dari materi pembelajaran agar peserta didik memiliki pemahaman yang lebih kuat terhadap lingkungan dan identitas daerahnya.

Ia menilai pendidikan yang kontekstual akan membantu peserta didik memahami berbagai persoalan di sekitar mereka sekaligus mendorong kemampuan dalam mencari solusi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Selain itu, di tengah perkembangan teknologi dan arus digitalisasi yang berlangsung semakin cepat, pendidikan juga memiliki peran penting dalam membentengi generasi muda agar tetap memiliki identitas yang kuat.

Menurut Faridawaty, perkembangan teknologi memberikan banyak manfaat dalam mendukung proses pembelajaran. Namun di sisi lain, kondisi tersebut juga perlu diimbangi dengan penguatan nilai-nilai lokal agar generasi muda tidak kehilangan akar budaya.

Karena itu, ia menilai integrasi antara perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan nilai budaya daerah perlu dilakukan secara seimbang dalam sistem pendidikan.

Faridawaty juga menekankan pentingnya penyesuaian materi pembelajaran agar lebih aplikatif dan relevan dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.

Menurutnya, proses pendidikan tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga harus mampu memberikan keterampilan dan pemahaman praktis yang dapat diterapkan dalam kehidupan nyata.

Baca Juga  40 Murid TK BAKUWU-UPR Diwisuda

Hal tersebut dinilai penting agar peserta didik tidak hanya memahami konsep pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh dalam lingkungan sosialnya.

Selain pembenahan sistem pembelajaran, ia juga menilai peningkatan kualitas pendidikan memerlukan dukungan berbagai pihak secara menyeluruh.

Keterlibatan pemerintah daerah, tenaga pendidik, keluarga, hingga masyarakat dipandang menjadi faktor penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih baik dan mendukung perkembangan peserta didik.

Faridawaty berharap sistem pendidikan di Kalimantan Tengah ke depan dapat melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, mampu beradaptasi terhadap perubahan, serta memiliki kepedulian untuk menjaga dan mengembangkan nilai budaya daerah. (Red/ADV)

+ posts