PALANGKA RAYA – Bank Indonesia (BI) bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah akan menggelar kegiatan Pesona Tambun Bungai 2026 sebagai upaya memperkuat pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar memiliki daya saing yang lebih luas hingga mampu menembus pasar ekspor.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari implementasi sinergi dan kolaborasi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui penguatan kapasitas pelaku UMKM. Sektor UMKM dinilai memiliki peran penting sebagai penggerak utama ekonomi masyarakat serta berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Kalimantan Tengah.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Tengah, Yuliansah Andrias, menyampaikan bahwa penguatan UMKM merupakan langkah strategis untuk meningkatkan daya saing produk lokal sekaligus memperluas peluang pasar bagi pelaku usaha di daerah.
Menurutnya, keberadaan UMKM selama ini telah memberikan kontribusi besar terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Karena itu, pengembangan kapasitas pelaku usaha perlu terus dilakukan agar produk-produk lokal memiliki kualitas yang semakin baik dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
“Melalui kegiatan Pesona Tambun Bungai 2026, kami berharap UMKM Kalimantan Tengah mampu berkembang hingga menembus pasar ekspor sehingga dapat memberikan kontribusi terhadap devisa dan neraca perdagangan daerah,” ujarnya, dalam kegiatan Bincang Media Pesona Tambun Bungai, baru-baru ini.
Yuliansah menjelaskan, pengembangan UMKM juga menjadi salah satu strategi Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas ekonomi serta memperkuat nilai tukar rupiah melalui peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat.
Pesona Tambun Bungai 2026 akan dilaksanakan pada 29 hingga 31 Mei 2026 di Duta Mall Palangka Raya. Kegiatan tersebut mengusung konsep ekspedisi, edukasi, dan empowerment atau pemberdayaan yang difokuskan pada peningkatan kapasitas pelaku UMKM melalui berbagai program pendampingan serta perluasan akses pembiayaan.
Selain melibatkan pelaku usaha, kegiatan tersebut juga akan menggandeng berbagai komunitas di Kota Palangka Raya sebagai bentuk kolaborasi bersama dalam mendukung pengembangan UMKM lokal.
Dalam pelaksanaannya, sebanyak 12 UMKM akan terlibat dengan menampilkan berbagai produk unggulan Kalimantan Tengah, mulai dari produk wastra hingga olahan makanan dan minuman khas daerah.
Tak hanya memperkuat UMKM, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan penggunaan sistem transaksi digital melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Digitalisasi dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam mempercepat perkembangan usaha sekaligus memperluas akses pasar.
Bank Indonesia menargetkan jumlah pengguna QRIS di Kalimantan Tengah pada 2026 mencapai lebih dari 460 ribu pengguna atau meningkat sekitar 20 persen dibandingkan target tahun sebelumnya.
Saat ini jumlah merchant pelaku usaha pengguna QRIS di Kalimantan Tengah tercatat telah melampaui 433 ribu merchant. Sementara volume transaksi melalui pemindaian QRIS ditargetkan mencapai 27 juta transaksi.
Bank Indonesia juga menargetkan nilai transaksi penjualan selama pelaksanaan Pesona Tambun Bungai 2026 mencapai Rp300 juta. Target tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat sekaligus mendukung kemeriahan peringatan Hari Ulang Tahun Kalimantan Tengah tahun 2026.
“Harapannya UMKM dapat terus bangkit dan ikut memeriahkan HUT Kalimantan Tengah 2026. Melalui Pesona Tambun Bungai ini kami ingin memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan ekonomi di Kalimantan Tengah,” katanya.
Yuliansah menambahkan bahwa dukungan media juga memiliki peran penting dalam memperluas promosi produk UMKM agar semakin dikenal oleh masyarakat dan mampu menjangkau pasar yang lebih besar.
“Sinergi dan kolaborasi merupakan keharusan. Karena itu, dukungan media sangat penting dalam mempromosikan produk UMKM agar mampu berkembang dan bersaing,” pungkasnya.
Melalui pelaksanaan Pesona Tambun Bungai 2026, Bank Indonesia bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berharap penguatan kapasitas UMKM dapat terus berjalan secara berkelanjutan, sehingga pelaku usaha lokal mampu meningkatkan daya saing, memperluas pasar, dan memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi daerah. (Red)











