PALANGKA RAYA – Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mencatat capaian signifikan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) pada 2025.
Luas lahan terbakar di wilayah ini menurun drastis menjadi kurang dari 9 ribu hektare, jauh lebih kecil dibanding 2024 yang mencapai hampir 360 ribu hektare.
Pencapaian ini disampaikan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Hanif Faisol Nurofiq saat memimpin Apel Gelar Personel dan Sarana Prasarana Penanggulangan Karhutla di Halaman Kantor Gubernur Kalteng, pada Kamis (7/9/2025).
Apel tersebut dihadiri Gubernur Kalteng Agustiar Sabran, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto, Wakil Gubernur Edy Pratowo, unsur Forkopimda, Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Leonard S. Ampung, serta Kepala BMKG RI Prof. Dwikorita Karnawati.
Sekitar 1.200 peserta dari berbagai unsur TNI, Polri, BPBD, OPD, Manggala Agni, Satpol PP, serta elemen masyarakat hadir dalam apel kesiapsiagaan tersebut.
Menteri Hanif mengapresiasi kerja keras jajaran Pemprov Kalteng bersama pemerintah pusat, aparat, dan masyarakat yang mampu menekan angka Karhutla.
“Ini adalah capaian luar biasa. Jaga semangat kolaborasi dan jadikan Kalteng contoh penanganan Karhutla yang terpadu, cepat, dan berkesinambungan,” ucapnya.
Ia juga menyampaikan pesan Presiden Prabowo Subianto agar penanganan Karhutla, khususnya di lahan gambut, mengutamakan kerja tim darat dibarengi operasi modifikasi cuaca.
Presiden, kata Hanif, telah meminta dukungan penuh dari Panglima TNI dan Kapolri untuk membantu pemerintah daerah.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menegaskan Kalteng telah menyiagakan 77 pos lapangan, dua helikopter patroli, dan helikopter water bombing.
“Jika eskalasi meningkat, kekuatan akan ditambah,” ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Agustiar Sabran menegaskan praktik ladang berpindah masyarakat Dayak tetap diperbolehkan sepanjang sesuai aturan dan tidak merusak lahan gambut.
Penurunan drastis luas Karhutla di Kalteng menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi lintas sektor, inovasi teknologi, dan partisipasi masyarakat dapat memberikan hasil positif dalam menjaga lingkungan. (red/adv)











