AKADEMIKAHEADLINEPEMKOT PALANGKA RAYAPEMPROV KALIMANTAN TENGAH

Pelaku UMKM RW 007 Pahandut Dapat Pendampingan Digitalisasi Usaha Terpadu

63
×

Pelaku UMKM RW 007 Pahandut Dapat Pendampingan Digitalisasi Usaha Terpadu

Sebarkan artikel ini

PALANGKA RAYA – Program Studi Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Palangka Raya (UPR) memperkuat kapasitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di RW 007 Kelurahan Pahandut melalui kegiatan Sosialisasi dan Pendampingan Digitalisasi Usaha serta Rebranding Produk. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari implementasi Program Pahandut Smart Ecovillage: Smart Economy and Data dalam mendukung Program Kampung KEREN Kota Palangka Raya.

Puluhan pelaku UMKM mengikuti pembekalan yang difokuskan pada penguatan kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital. Selain memperluas akses pasar, kegiatan ini juga diarahkan untuk meningkatkan daya saing produk lokal agar mampu bersaing di tengah perubahan pola perdagangan dan pemasaran berbasis digital.

Mengusung tema “Membangun UMKM yang Adaptif, Inovatif, dan Berdaya Saing di Era Digital”, kegiatan menghadirkan narasumber dari NaraiCoder.org, Quratul Ain. Mahasiswa Program Studi Matematika FMIPA UPR turut dilibatkan sebagai fasilitator dan pemateri pendamping sebagai bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pengabdian kepada masyarakat berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.

Quratul Ain menjelaskan bahwa transformasi digital bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan bagi pelaku UMKM agar mampu bertahan sekaligus berkembang di tengah persaingan usaha yang semakin kompetitif.

“Digitalisasi usaha dan rebranding produk menjadi langkah penting agar UMKM mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, memperluas akses pasar, serta meningkatkan daya saing produk lokal. Melalui pemanfaatan teknologi yang tepat, pelaku usaha dapat membangun identitas usahanya secara lebih profesional dan menjangkau konsumen yang lebih luas,” ujarnya, Jumat (17/7/2026).

Baca Juga  Legislator Kalteng Minta Pemda Lebih Maksimal Kembangkan Potensi Wisata Daerah

Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh pelatihan yang dapat langsung diterapkan pada usaha masing-masing. Materi yang disampaikan mencakup strategi digital marketing dan branding, pembuatan identitas visual usaha berupa logo, kemasan, flyer, dan banner, pemanfaatan sistem pembayaran digital melalui QRIS, pencatatan keuangan menggunakan aplikasi digital, optimalisasi marketplace, hingga strategi pemasaran melalui media sosial.

Seluruh materi dirancang agar pelaku UMKM tidak hanya memahami konsep digitalisasi, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam operasional usaha sehari-hari. Pendekatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan profesionalisme usaha sekaligus memperkuat daya saing produk di pasar yang semakin kompetitif.

Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Selain mengikuti sesi sosialisasi dan pelatihan, para pelaku UMKM juga diperkenalkan pada sebuah kompetisi yang bertujuan mendorong penerapan materi yang telah dipelajari. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi pendampingan agar proses pembelajaran tidak berhenti pada penyampaian teori, melainkan berlanjut dalam praktik nyata.

Kolaborasi antara FMIPA UPR, NaraiCoder.org, dan mahasiswa Program Studi Matematika menunjukkan sinergi perguruan tinggi dalam menghadirkan solusi berbasis sains dan teknologi bagi masyarakat. Pendampingan yang dilakukan diharapkan mampu memberikan dampak berkelanjutan terhadap peningkatan kualitas pengelolaan usaha masyarakat di kawasan Pahandut.

Baca Juga  Dave Hendrik dan Iwet Ramadhan Catat Rekor Livestream Mudik

Melalui kegiatan ini, Program Studi Matematika FMIPA UPR menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan inovasi dalam pemberdayaan masyarakat. Penguatan kapasitas UMKM melalui digitalisasi usaha dan rebranding produk diharapkan mampu mempercepat terwujudnya Pahandut Smart Ecovillage, memperkuat ekonomi masyarakat berbasis data dan teknologi, serta mendukung keberhasilan Program Kampung KEREN sebagai model pembangunan kawasan perkotaan yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing. (Red/ADV)

+ posts