DPRD KALIMANTAN TENGAHHEADLINEPEMKOT PALANGKA RAYAPEMPROV KALIMANTAN TENGAH

Puskesmas Tangkiling Layani 50 Pasien, Pelayanan UGD Beroperasi 24 Jam

9
×

Puskesmas Tangkiling Layani 50 Pasien, Pelayanan UGD Beroperasi 24 Jam

Sebarkan artikel ini

PALANGKARAYA – Tingginya aktivitas pelayanan kesehatan di Puskesmas Tangkiling, Kelurahan Bukit Batu, Kecamatan Jekan Raya, Palangka Raya, menjadi perhatian Ketua DPW Partai NasDem Kalimantan Tengah Faridawaty Darland Atjeh. Puskesmas tersebut melayani sekitar 40 hingga 50 pasien setiap hari dan memiliki unit gawat darurat (UGD) yang beroperasi selama 24 jam.

Kondisi tersebut dinilai perlu diimbangi dengan ketersediaan fasilitas pelayanan yang memadai. Terlebih, Puskesmas Tangkiling juga menerima cukup banyak pasien rujukan dari luar kota sehingga kebutuhan penguatan kapasitas pelayanan menjadi semakin penting.

Hal itu disampaikan Faridawaty saat melakukan kunjungan dalam rangka reses perseorangan Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Tengah ke Puskesmas Tangkiling, Sabtu (29/08/2026).

Menurut Srikandi Komisi III DPRD Kalteng ini, tingginya jumlah pasien yang dilayani setiap hari menunjukkan Puskesmas Tangkiling memiliki peran penting dalam memberikan akses pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

“Puskesmas Tangkiling melayani sekitar 40 sampai 50 pasien setiap hari. Selain pelayanan rutin, UGD juga beroperasi selama 24 jam dan cukup banyak menerima pasien rujukan dari luar kota. Kondisi ini menunjukkan kebutuhan pelayanan kesehatan di wilayah tersebut cukup tinggi,” kata Faridawaty.

Ia menilai beban pelayanan tersebut harus menjadi pertimbangan dalam pemenuhan fasilitas kesehatan. Salah satu kebutuhan yang dinilai penting ialah pembangunan ruang rawat inap karena hingga kini Puskesmas Tangkiling belum memiliki fasilitas tersebut.

Keberadaan ruang rawat inap, kata Faridawaty, akan membantu puskesmas menangani pasien yang membutuhkan pelayanan lebih lanjut tanpa harus langsung dirujuk apabila kondisinya masih dapat ditangani sesuai kemampuan fasilitas kesehatan tingkat pertama.

“Puskesmas Tangkiling membutuhkan rehabilitasi bangunan yang rusak dan pembangunan ruang rawat inap. Kebutuhan anggarannya kurang lebih Rp9 miliar agar sesuai dengan standar Kementerian Kesehatan, sehingga Puskesmas Tangkiling dapat menjadi puskesmas kota dengan standar pelayanan kesehatan yang baik,” ujarnya.

Baca Juga  Bupati Barsel Hadiri Seminar Internasional Budaya Adat Dayak

Faridawaty menyebut bangunan utama Puskesmas Tangkiling telah berdiri sejak 2007 dengan luas tanah sekitar 1.300 meter persegi. Dengan usia bangunan dan tingginya aktivitas pelayanan, pembenahan fasilitas dinilai perlu dilakukan secara terencana agar kemampuan pelayanan dapat mengikuti kebutuhan masyarakat.

Selain ruang rawat inap, ia juga menerima aspirasi mengenai kebutuhan ambulans air. Sarana tersebut dinilai dapat membantu masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan dan memiliki keterbatasan akses transportasi darat, terutama untuk menjangkau wilayah yang membutuhkan transportasi melalui jalur air.

Menurut Wakil Rakyat asal Dapil Kalteng I yang meliputi Kota Palangka Raya, Kabupaten Katingan dan Gunung Mas ini, penguatan pelayanan tidak hanya bergantung pada keberadaan tenaga medis. Sarana pendukung, ketersediaan obat, kondisi bangunan, serta fasilitas transportasi juga menjadi bagian penting dalam memastikan masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan secara optimal.

Peningkatan ruang obat turut menjadi aspirasi yang diterima dalam kunjungan tersebut. Faridawaty menilai kebutuhan fasilitas penunjang harus diperhatikan secara menyeluruh agar pelayanan medis dapat berjalan dengan baik, terutama ketika jumlah kunjungan pasien cukup tinggi setiap harinya.

Ia juga menyoroti kebutuhan tenaga kesehatan di Puskesmas Tangkiling. Saat ini tersedia dua dokter berstatus PNS, satu P3K dan satu tenaga yang disebut dalam aspirasi sebagai “Counter”. Sementara itu, standar kebutuhan tenaga kesehatan yang disampaikan mencapai 14 tenaga kesehatan, ditambah satu fisioterapis medis dan satu psikologis terapis.

Faridawaty mengatakan kondisi tersebut perlu menjadi perhatian karena pelayanan yang berlangsung setiap hari, termasuk UGD selama 24 jam, membutuhkan dukungan sumber daya manusia yang memadai. Pemenuhan tenaga kesehatan dengan kompetensi yang beragam dinilai penting untuk menjaga kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Baca Juga  10 Tahun Tidak Ada Kemajuan Signifikan, Warga Sungai Paring dan Kota Besi Dambakan Perubahan

“Usulan ini sudah disampaikan kepada Kementerian Kesehatan. Kami meminta agar dapat dibantu untuk didorong realisasinya, sehingga kebutuhan Puskesmas Tangkiling ini dapat ditindaklanjuti dari Pemerintah Kota ke Kementerian Kesehatan,” kata Faridawaty.

Ia berharap tingginya aktivitas pelayanan Puskesmas Tangkiling menjadi dasar bagi pemerintah untuk memberikan perhatian terhadap pengembangan fasilitas dan sumber daya manusia. Menurutnya, masyarakat membutuhkan pelayanan kesehatan yang mudah dijangkau, aman, serta mampu merespons kebutuhan secara cepat.

Bagi Faridawaty, jumlah pasien yang mencapai sekitar 40 hingga 50 orang setiap hari, pelayanan UGD selama 24 jam, dan adanya pasien rujukan dari luar kota menunjukkan Puskesmas Tangkiling memiliki beban pelayanan yang perlu didukung dengan kapasitas fasilitas yang sepadan. Karena itu, penguatan sarana dan prasarana, terutama pembangunan ruang rawat inap, menjadi kebutuhan yang penting untuk ditindaklanjuti.

Dengan peningkatan fasilitas dan dukungan tenaga kesehatan yang sesuai kebutuhan, Puskesmas Tangkiling diharapkan mampu memberikan pelayanan yang lebih optimal kepada masyarakat. Aspirasi tersebut menjadi bagian dari perhatian Faridawaty dalam memastikan kebutuhan pelayanan kesehatan di tingkat masyarakat dapat ditindaklanjuti pemerintah secara bertahap dan terukur. (Red/ADV)

Facebook Comments Box
+ posts