HEADLINEPEMPROV KALIMANTAN TENGAH

Doa Ribuan Warga Menggema di Hari Santri, Gubernur Kalteng: Semoga Hujan Segera Turun

8
×

Doa Ribuan Warga Menggema di Hari Santri, Gubernur Kalteng: Semoga Hujan Segera Turun

Sebarkan artikel ini

PALANGKA RAYA – Suasana khusyuk menyelimuti Masjid Raya Darussalam Palangka Raya saat ribuan masyarakat memanjatkan doa dalam rangka memperingati Hari Santri Tingkat Kalteng Tahun 2026, Kamis (22/10/2026) pagi.

Istighosah dan doa bersama digelar sebagai ikhtiar batin menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kemarau panjang yang melanda sejumlah wilayah.

Gubernur Kalteng Agustiar Sabran bersama Wakil Gubernur Edy Pratowo hadir di tengah ribuan peserta yang mengikuti rangkaian kegiatan. Kehadiran berbagai unsur masyarakat dan pemerintahan membuat peringatan Hari Santri tahun ini tidak hanya menjadi momentum keagamaan, tetapi juga ruang untuk memperkuat kepedulian bersama terhadap kondisi lingkungan dan keselamatan masyarakat.

Agustiar mengajak seluruh peserta menjadikan istighosah sebagai momentum untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus memohon agar ancaman karhutla segera berakhir.

“Melalui istighosah ini, mari kita tundukkan hati, memohon ampunan dan pertolongan kepada Allah SWT, agar bencana karhutla segera diangkat dari Bumi Tambun Bungai,” ujar Agustiar dalam sambutannya.

Di tengah upaya penanganan karhutla yang terus dilakukan, Agustiar menyebut kerja bersama berbagai unsur menjadi bagian penting untuk mengendalikan kebakaran. Pemprov Kalteng bersama TNI/Polri, relawan dan elemen masyarakat terus melakukan upaya pemadaman di lapangan.

Baca Juga  Pemkot Palangka Raya Ikuti Rapat Sinergi Pengendalian Inflasi dan Sosialisasi Sekolah Rakyat 2025

Ia juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan karhutla. Peran petugas dan relawan menjadi bagian penting dalam menghadapi kondisi yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat, terutama ketika kemarau panjang masih berlangsung.

“Terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada jajaran TNI/Polri, relawan, dan seluruh elemen masyarakat,” ucapnya.

Agustiar juga mengingatkan bahwa penanganan karhutla tidak cukup hanya mengandalkan upaya di lapangan. Ikhtiar lahiriah perlu disertai doa agar hujan segera turun, kebakaran dapat dikendalikan dan kualitas udara kembali membaik.

“Semoga hujan segera turun, api segera padam, kabut asap menghilang dan masyarakat Kalteng kembali dapat beraktivitas dengan aman dan sehat,” harapnya.

Kakanwil Kementerian Agama Kalteng H Muhammad Yusi Abdhian melaporkan, lebih dari 3.000 peserta menghadiri istighosah dan doa bersama. Peserta berasal dari berbagai kalangan, mulai dari ustadz dan santri pondok pesantren, ustadz dan ustadzah TPA/TPQ/TK, imam dan marbot masjid hingga ASN.

Ribuan peserta mengikuti kegiatan dengan penuh kekhusyukan. Dipimpin Rois Syuriah PW NU Kalteng KH Chairudin Halim, rangkaian acara diawali dengan pembacaan Surat Yaasin, dilanjutkan istighosah dan sholawat, kemudian doa istighosah.

Baca Juga  Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat, Legislator Kalteng ini Dorong Pemda Optimalkan Pengelolaan SDA

Peringatan Hari Santri juga menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak karhutla. Pada kesempatan itu, Pemprov Kalteng menyerahkan bantuan pangan kepada sejumlah kelompok masyarakat, termasuk marbot, pemuka agama, ustadz dan ustadzah TPA/TPQ, guru pondok pesantren, guru PAUD/TK serta pengurus panti asuhan.

Bantuan pangan itu menjadi salah satu bentuk perhatian Pemprov Kalteng kepada masyarakat yang ikut merasakan dampak karhutla dan kemarau panjang. Semangat kebersamaan yang terbangun dalam kegiatan ini diharapkan terus terjaga, seiring upaya penanganan karhutla dan doa agar kondisi Kalteng segera kembali aman dan kondusif. (adv)

Facebook Comments Box
+ posts