AKADEMIKAHEADLINE

Tingkatkan Riset dan Pengembangan SDM, FMIPA UPR Gandeng FMIPA ITB

45
×

Tingkatkan Riset dan Pengembangan SDM, FMIPA UPR Gandeng FMIPA ITB

Sebarkan artikel ini
FOTO Ist.: Dekan FMIPA UPR Prof. Dr. Agus Haryono, M.Si. bersama Dekan FMIPA ITB Aep Patah, S.Si., M.Si., Ph.D. menandatangani Perjanjian Kerja Sama Tridharma Perguruan Tinggi dan Jalur Kerja Sama Sarjana–Magister Antar Institusi (JKSM) di Dekanat FMIPA ITB, Bandung.

BANDUNG – Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Palangka Raya (FMIPA UPR) bersama Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Teknologi Bandung (FMIPA ITB) resmi menandatangani dua Perjanjian Kerja Sama sebagai langkah strategis memperkuat pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi sekaligus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, riset, dan inovasi. Penandatanganan berlangsung di Dekanat FMIPA ITB dengan melibatkan Dekan FMIPA ITB, Aep Patah, S.Si., M.Si., Ph.D., dan Dekan FMIPA UPR, Prof. Dr. Agus Haryono, M.Si.

Dua dokumen yang ditandatangani meliputi Perjanjian Kerja Sama Penyelenggaraan Tridharma Perguruan Tinggi dan Perjanjian Kerja Sama Jalur Kerja Sama Sarjana–Magister Antar Institusi (JKSM). Kesepakatan tersebut menjadi fondasi kolaborasi jangka panjang kedua institusi dalam memperkuat mutu pendidikan tinggi, memperluas jejaring riset, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta menghasilkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi pembangunan nasional.

Dekan FMIPA UPR, Prof. Dr. Agus Haryono, M.Si., mengatakan kerja sama tersebut dirancang untuk mempertemukan keunggulan masing-masing institusi sehingga mampu menghasilkan kolaborasi yang lebih luas dalam bidang akademik maupun penelitian.

“Penandatanganan dua perjanjian ini menjadi tonggak awal kolaborasi jangka panjang antara FMIPA UPR dan FMIPA ITB dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang unggul, memperkuat kapasitas sumber daya manusia, memperluas jejaring riset, serta menghasilkan inovasi yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan nasional,” ujarnya, Selasa (21/7/2026).

Melalui kerja sama Tridharma Perguruan Tinggi, kedua fakultas sepakat mengembangkan berbagai program kolaboratif yang mencakup pendidikan dan pelatihan, penelitian bersama, pengabdian kepada masyarakat, sertifikasi kompetensi, pengembangan kelembagaan, publikasi ilmiah, hingga berbagai kegiatan akademik lain yang disepakati kedua belah pihak.

Baca Juga  Apel Siaga Karhutla 2026, Gubernur Kalteng Tekankan Pencegahan dan Respons Cepat

Kolaborasi tersebut dibangun dengan mengoptimalkan keunggulan masing-masing institusi. FMIPA UPR memiliki potensi besar melalui sumber daya manusia yang relatif muda, adaptif, dan inovatif, serta kedekatan dengan berbagai isu strategis di Kalimantan, mulai dari pengelolaan lahan gambut, kehutanan, pertambangan, perkebunan, biodiversitas, kesehatan, energi, hingga pemberdayaan masyarakat.

Sementara itu, FMIPA ITB memiliki kekuatan pada pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, pengalaman riset, jejaring akademik, dan rekam jejak inovasi yang telah diakui secara nasional maupun internasional. Sinergi tersebut diharapkan mampu mempercepat peningkatan kapasitas dosen dan mahasiswa FMIPA UPR, memperluas peluang penelitian bersama, sekaligus mendorong hilirisasi hasil riset yang dapat dimanfaatkan oleh industri, pemerintah, dan masyarakat. Di sisi lain, FMIPA ITB juga memperoleh kesempatan memperluas implementasi keilmuan pada kawasan yang kaya sumber daya alam, keanekaragaman hayati, dan karakteristik lingkungan tropis yang khas.

Salah satu terobosan penting dalam kerja sama ini adalah penyelenggaraan Jalur Kerja Sama Sarjana–Magister Antar Institusi (JKSM). Program tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa tingkat akhir Program Sarjana FMIPA UPR untuk mengikuti mata kuliah tertentu pada Program Magister FMIPA ITB melalui mekanisme credit earning. Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana dan memenuhi seluruh persyaratan, mahasiswa dapat melanjutkan studi magister di FMIPA ITB dengan pengakuan terhadap mata kuliah yang telah ditempuh sesuai ketentuan.

Selain membuka akses studi lanjut, skema JKSM juga memungkinkan integrasi penelitian antara tugas akhir sarjana dan tesis magister melalui pembimbingan bersama dosen FMIPA UPR dan FMIPA ITB. Pola tersebut diharapkan memperkuat budaya riset mahasiswa, meningkatkan kualitas karya ilmiah, mempercepat penyelesaian studi lanjut, serta menghasilkan lulusan dengan kompetensi akademik dan kemampuan penelitian yang semakin unggul.

Baca Juga  Tingkatkan Pengawasan Partsipatif, Bawaslu Ajak Masyarakat Bijak Bermedia Sosial di Perhelatan Pilkada 2024

Kerja sama juga mencakup penyempurnaan kurikulum, pengembangan bahan ajar, penyelenggaraan seminar, lokakarya, pelatihan, pertukaran pengalaman akademik, publikasi ilmiah bersama, pengembangan inovasi, hingga pendampingan menuju kemitraan industri serta hilirisasi hasil penelitian. Perjanjian Kerja Sama Tridharma berlaku selama lima tahun sejak ditandatangani dan dapat diperpanjang berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak. Setiap program akan ditindaklanjuti melalui Kerangka Acuan Kerja yang memuat mekanisme pelaksanaan, jadwal kegiatan, pembiayaan, monitoring, evaluasi, dan target luaran yang terukur.

Kolaborasi FMIPA UPR dan FMIPA ITB diharapkan menjadi langkah nyata dalam menghubungkan potensi lokal Kalimantan dengan keunggulan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sinergi tersebut diarahkan untuk melahirkan berbagai karya kolaboratif yang memberikan manfaat bagi dunia akademik, industri, pemerintah, lingkungan, dan masyarakat. (Red/ADV)

+ posts