DPRD KALIMANTAN TENGAHHEADLINE

Infrastruktur dan Ekonomi Dominasi Aspirasi Warga kepada DPRD

9
×

Infrastruktur dan Ekonomi Dominasi Aspirasi Warga kepada DPRD

Sebarkan artikel ini
FOTO Ist.: Wakil Ketua III DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, Junaidi.

PALANGKA RAYA – Wakil Ketua III DPRD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Junaidi, kembali menyoroti berbagai persoalan yang menjadi aspirasi masyarakat dalam setiap pelaksanaan reses. Menurutnya, masih banyak kebutuhan dasar masyarakat yang belum terpenuhi sehingga memerlukan perhatian serius dan tindak lanjut dari pemerintah daerah melalui program pembangunan yang tepat sasaran.

“Kami sebagai wakil rakyat berkewajiban menyerap aspirasi masyarakat. Ada beberapa sektor yang kembali menjadi perhatian utama kami,” ujar Junaidi, baru-baru ini.

Ia menjelaskan, pembangunan daerah tidak dapat dilaksanakan secara instan karena harus menyesuaikan kemampuan anggaran serta skala prioritas yang telah ditetapkan. Meski demikian, pemerintah diharapkan tetap memfokuskan kebijakan pada kebutuhan masyarakat yang paling mendesak.

“Setiap program pembangunan harus benar-benar diarahkan pada persoalan yang paling dibutuhkan masyarakat agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal,” katanya.

Menurut Junaidi, terdapat lima sektor yang paling banyak disampaikan masyarakat dalam kegiatan reses, yakni pendidikan, kesehatan, infrastruktur, perekonomian, serta seni, budaya, dan keagamaan. Dari berbagai aspirasi tersebut, persoalan infrastruktur dan kondisi perekonomian menjadi isu yang paling dominan dikeluhkan warga.

Baca Juga  Pembangunan Bendungan Muara Juloi Masih Tunggu Kepastian Pendanaan

“Kita memahami anggaran yang tersedia tidak besar, namun masyarakat berharap pemerintah provinsi tetap dapat memaksimalkan potensi yang ada untuk perbaikan,” ungkapnya.

Sekretaris DPD Partai Demokrat Kalimantan Tengah itu menilai keterbatasan infrastruktur masih menjadi kendala yang menghambat mobilitas masyarakat serta distribusi barang di sejumlah wilayah. Oleh sebab itu, peningkatan kualitas jalan dan fasilitas publik lainnya perlu terus menjadi prioritas dalam perencanaan pembangunan daerah.

“Infrastruktur yang memadai akan memberikan dampak positif terhadap aktivitas masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,” tuturnya.

Selain itu, Junaidi juga menyoroti kondisi perekonomian masyarakat yang belum sepenuhnya pulih. Menurutnya, masih terdapat warga yang kesulitan memperoleh pekerjaan, bahkan sejumlah perusahaan di beberapa daerah menghentikan operasional usahanya sehingga berdampak terhadap kesempatan kerja masyarakat.

Baca Juga  Pembangunan Yonif TP 923/Mentaya Dipastikan Sesuai Legalitas, Kodam dan Pemkab Kotim Beri Klarifikasi

“Keinginan masyarakat harus menjadi acuan agar pembangunan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga,” tandas Junaidi. (Red/Adv)

+ posts