HEADLINEPEMPROV KALIMANTAN TENGAH

Pemadaman Karhutla Katingan Berlanjut Hingga Malam Hari

22
×

Pemadaman Karhutla Katingan Berlanjut Hingga Malam Hari

Sebarkan artikel ini

PALANGKA RAYA – Tim Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhutla) Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah bersama tim pemadam darat dan Brigade Kebakaran PT Arjuna Utama Sawit terus melakukan upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Keruing, Kecamatan Kamipang, Kabupaten Katingan. Proses pemadaman bahkan berlangsung hingga malam hari untuk memastikan api tidak meluas ke kawasan sekitar.

“Kami terus menindaklanjuti laporan yang disampaikan PT Arjuna Utama Sawit dengan mengerahkan personel dan peralatan pemadaman. Upaya ini juga sejalan dengan arahan Gubernur Kalimantan Tengah, H. Agustiar Sabran, agar seluruh jajaran bergerak cepat dalam menangani kebakaran hutan dan lahan,” kata Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah, Agustan Saining, baru-baru ini.

Penanganan di lapangan melibatkan personel Dalkarhutla, tim pemadam darat, serta Brigade Kebakaran PT Arjuna Utama Sawit yang berjibaku memadamkan api di kawasan yang didominasi semak belukar, purun danau, pakis-pakisan, serta pepohonan seperti keruing dan blangiran. Kondisi vegetasi tersebut menyebabkan api relatif cepat merambat ke area sekitar.

“Dalam mendukung operasi, tim mengerahkan satu unit mobil operasional Hilux, mesin pompa mini, selang pemadam, nozzle, alat komunikasi, serta dua unit ekskavator milik PT Arjuna Utama Sawit. Sumber air untuk pemadaman berasal dari rawa dan embung di sekitar lokasi,” ujarnya.

Baca Juga  Pelatihan Public Speaking Ciptakan SDM Komunikatif di Barsel

Meski menghadapi kondisi medan yang cukup berat, tim berhasil memadamkan api pada lahan seluas sekitar 1,23 hektare. Selanjutnya, petugas memfokuskan penanganan pada upaya pembatasan titik api agar tidak merambat ke kawasan lain yang berpotensi terdampak.

“Selama proses pemadaman, petugas melakukan penyemprotan, pembatasan agar api tidak meluas, serta pendinginan pada titik-titik yang masih menyimpan bara. Personel juga menerapkan sistem berpindah-pindah mesin agar proses pemadaman lebih efektif,” jelasnya.

Operasi pemadaman berlangsung hingga pukul 23.49 WIB. Setelah kobaran api mulai terkendali, tim tetap melanjutkan pemantauan dan pendinginan sebagai langkah antisipasi munculnya titik api baru akibat bara yang masih tersisa di bawah permukaan.

“Meski pemadaman berlangsung hingga pukul 23.49 WIB, kondisi di lapangan belum sepenuhnya padam. Tim masih terus melakukan pemantauan dan pendinginan untuk memastikan api tidak kembali menyala,” katanya.

Selain kondisi vegetasi yang mudah terbakar, petugas juga menghadapi tantangan berupa akses menuju lokasi kejadian yang cukup jauh. Kondisi tersebut membuat mobilisasi personel maupun peralatan membutuhkan waktu lebih lama sehingga proses penanganan harus dilakukan dengan strategi yang efektif.

Baca Juga  DPRD Katingan Bahas Defisit APBD 2024 Rp1,945 Miliar

“Meski demikian, seluruh personel tetap berupaya maksimal agar kebakaran tidak meluas ke kawasan hutan produksi yang dapat dikonversi (HPK),” tandas Agustan. (Red/Adv)

+ posts