DPRD KALIMANTAN TENGAHHEADLINEPEMKOT PALANGKA RAYAPEMPROV KALIMANTAN TENGAH

Faridawaty Prihatin Kualitas Udara di Palangka Raya Kian Memburuk

10
×

Faridawaty Prihatin Kualitas Udara di Palangka Raya Kian Memburuk

Sebarkan artikel ini

PALANGKARAYA – Ketua DPW Partai NasDem Kalteng, Faridawaty Darland Atjeh (FDA), menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi kualitas udara di Kota Palangka Raya yang semakin mengkhawatirkan akibat bencana kabut asap.

Terpantau, pada pukul 08.00 WIB: konsentrasi PM2.5 tercatat 387,6 µg/m³, masuk kategori Berbahaya. BMKG menetapkan konsentrasi di atas 250,5 µg/m³ sebagai kategori berbahaya.

Lalu, Pukul 10.00 WIB: halaman khusus BMKG untuk Palangkaraya mencatat PM2.5 mencapai 580,2 µg/m³, juga kategori Berbahaya.

Serta, Data IQAir yang terpantau pada 09.00 waktu setempat juga menempatkan kualitas udara Palangkaraya pada kategori Hazardous/Berbahaya.

Ia mengaku sangat sedih melihat kondisi udara Palangka Raya yang semakin buruk dan berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat. Menurutnya, situasi tersebut harus menjadi perhatian bersama karena dampak kabut asap dapat dirasakan oleh masyarakat, terutama kelompok yang lebih rentan terhadap gangguan kesehatan.

“Saya sangat sedih melihat kualitas udara Palangka Raya saat ini. Kondisinya semakin mengkhawatirkan karena kabut asap bukan hanya mengganggu kenyamanan masyarakat, tetapi juga dapat menjadi ancaman serius bagi kesehatan, terutama bagi bayi, anak-anak, dan lanjut usia,” ujar Faridawaty Darland Atjeh, Minggu (30/8/2026) melalui pesan WhatsApp-nya..

Srikandi Komisi III DPRD Kalteng ini mengatakan, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan dan tidak menganggap kondisi kabut asap sebagai persoalan biasa. Ketika kualitas udara memburuk, paparan asap dapat membuat aktivitas sehari-hari menjadi lebih berisiko, khususnya bagi anggota keluarga yang memiliki kondisi tubuh lebih rentan.

Karena itu, ia mengimbau masyarakat agar sebisa mungkin menjaga dan melindungi kesehatan seluruh anggota keluarga. Perhatian khusus, kata dia, perlu diberikan kepada bayi, anak-anak, serta lansia yang harus mendapatkan perlindungan lebih ketika kualitas udara sedang tidak baik.

Baca Juga  Sukseskan Pilkada Serentak 2024, Arton Ajak Semua Pihak Berpartisipasi 

“Kita harus sama-sama menjaga keluarga. Kalau kondisi udara sedang buruk seperti sekarang, jangan sampai kita menganggapnya sepele. Bayi, anak-anak, dan lansia harus menjadi perhatian utama karena mereka termasuk kelompok yang perlu mendapatkan perlindungan lebih dari paparan kabut asap,” katanya.

Faridawaty juga mengingatkan masyarakat agar mempertimbangkan kembali aktivitas di luar rumah selama kondisi udara belum membaik. Aktivitas yang tidak begitu penting dan tidak mendesak, menurutnya, sebaiknya dikurangi untuk membantu menekan risiko masyarakat terpapar udara yang tercemar asap.

Wakil rakyat asal Dapil Kalteng I yang meliputi Kota Palangka Raya, Kabupaten Katingan, dan Kabupaten Gunung Mas tersebut menilai, langkah sederhana berupa mengurangi aktivitas di luar rumah dapat menjadi bagian dari upaya masyarakat menjaga kesehatan diri dan keluarga di tengah kondisi kabut asap.

“Kalau tidak ada kepentingan yang begitu penting dan mendesak, sebaiknya aktivitas di luar rumah dikurangi. Kita perlu lebih berhati-hati dan mempertimbangkan kondisi kesehatan keluarga. Jangan memaksakan diri beraktivitas di luar apabila situasinya memang tidak memungkinkan,” ucapnya.

Ia berharap masyarakat dapat saling mengingatkan dan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Menurut Faridawaty, perlindungan terhadap kesehatan masyarakat bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan kesadaran setiap keluarga untuk mengambil langkah pencegahan sesuai kondisi yang dihadapi.

Menurutnya, keluarga memiliki peran penting dalam memastikan anggota keluarga, terutama anak-anak dan lansia, tidak terlalu banyak terpapar udara yang tercemar. Orang tua juga diharapkan lebih peka terhadap kondisi lingkungan dan segera memberikan perhatian apabila terdapat anggota keluarga yang mengalami gangguan kesehatan.

Baca Juga  OJK Tegaskan Perbankan Nasional Percepat Transisi Ekonomi Rendah Karbon

“Yang paling penting sekarang adalah bagaimana kita menjaga diri dan keluarga. Jangan menunggu sampai kondisi kesehatan terganggu baru kemudian kita mengambil langkah. Lebih baik kita melakukan pencegahan sejak awal dengan mengurangi paparan asap dan membatasi aktivitas di luar rumah yang tidak penting,” tuturnya.

Faridawaty menegaskan bahwa kondisi kabut asap yang semakin berbahaya bagi kesehatan harus disikapi secara serius dan bijaksana. Masyarakat diminta tidak panik, tetapi tetap waspada serta menempatkan keselamatan dan kesehatan keluarga sebagai prioritas utama.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menghadapi kondisi tersebut dengan kepedulian dan tanggung jawab. Dengan menjaga kesehatan diri, melindungi anggota keluarga yang rentan, serta mengurangi aktivitas di luar rumah yang tidak mendesak, masyarakat diharapkan dapat meminimalkan risiko akibat buruknya kualitas udara.

Faridawaty berharap kondisi udara di Palangka Raya segera membaik sehingga masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas secara normal. Namun, selama kabut asap masih menyelimuti wilayah tersebut, kewaspadaan dan perlindungan terhadap kesehatan keluarga harus tetap menjadi perhatian utama. (Red/ADV)

Facebook Comments Box
+ posts