HEADLINENASIONALPEMKOT PALANGKA RAYAPEMPROV KALIMANTAN TENGAH

Trend Hotspot Karhutla Kalteng Menurun Signifikan Selama Tanggap Darurat

9
×

Trend Hotspot Karhutla Kalteng Menurun Signifikan Selama Tanggap Darurat

Sebarkan artikel ini
Infografis Update Harian Hotspot Karhutla.

PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus memperkuat upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama pelaksanaan masa tanggap darurat tingkat provinsi. Berdasarkan pemantauan Dinas Kehutanan Kalimantan Tengah, perkembangan terkini menunjukkan adanya penurunan jumlah hotspot harian pada skala medium-high dalam beberapa hari terakhir.

Kepala Dinas Kehutanan Kalimantan Tengah Agustan Saining mengatakan, berdasarkan pembaruan data harian Posko Karhutla Dinas Kehutanan Kalteng, tren hotspot harian selama empat hari masa tanggap darurat mengalami penurunan sekitar 45,8 persen dibandingkan titik tertinggi yang tercatat sebelumnya. Kondisi tersebut disampaikan baru-baru ini.

Masa tanggap darurat karhutla tingkat Provinsi Kalimantan Tengah telah ditetapkan mulai 31 Agustus 2026 dan berlaku selama satu bulan. Penetapan status tersebut menjadi bagian dari langkah pemerintah dalam memperkuat koordinasi lintas sektor untuk mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan di berbagai wilayah.

Baca Juga  HUT Bhayangkara ke-78,  Sejumlah Personel Berprestasi dan Tokoh Masyarakat Terima Penghargaan dari Kapolda Kalteng

“Penurunan hotspot tersebut tercatat pada 4 September 2026 jika dibandingkan dengan titik puncak hotspot yang terjadi pada 29 Agustus 2026,” ujar Agustan.

Meski menunjukkan tren yang positif, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menegaskan bahwa seluruh jajaran tetap meningkatkan kesiapsiagaan. Berbagai langkah pengendalian terus dilakukan secara terpadu agar potensi munculnya titik api baru dapat ditekan selama musim kemarau masih berlangsung.

Ia menjelaskan, upaya pengendalian karhutla dilakukan melalui deteksi dini, pemadaman darat, operasi udara, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran, serta peningkatan kesadaran masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah juga mengajak seluruh elemen masyarakat, dunia usaha, pemerintah kabupaten dan kota, serta berbagai pemangku kepentingan untuk terus memperkuat kolaborasi dalam mendukung pengendalian karhutla secara berkelanjutan.

“Keberhasilan pengendalian karhutla membutuhkan dukungan dan partisipasi seluruh pihak agar kondisi yang mulai membaik ini dapat terus dipertahankan,” katanya.

Baca Juga  Kualitas Pendidikan di Palangka Raya Semakin Meningkat

Selain fokus pada penanganan kebakaran, pemerintah turut mengingatkan masyarakat agar tetap memperhatikan kesehatan di tengah dampak kabut asap yang masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah.

“Masyarakat juga diminta tetap menjaga kesehatan, menggunakan masker sebagai perlindungan diri, serta tetap waspada terhadap lingkungan sekitar. Jika terjadi karhutla, masyarakat diharapkan segera melaporkan dan melakukan pemadaman,” tandas Agustan. (Red/Adv)

Facebook Comments Box
+ posts