HEADLINENASIONALPEMKOT PALANGKA RAYAPEMPROV KALIMANTAN TENGAH

Karhutla di Kalteng Dipadamkan pada Empat Belas Titik Lokasi

8
×

Karhutla di Kalteng Dipadamkan pada Empat Belas Titik Lokasi

Sebarkan artikel ini

PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Kalimantan Tengah terus mengintensifkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan melakukan pemadaman di 14 titik yang tersebar di Kota Palangka Raya dan Kabupaten Katingan pada Minggu (6/9/2026). Upaya tersebut merupakan bagian dari penanganan karhutla selama masa tanggap darurat yang sedang berlangsung.

Berdasarkan laporan harian Posko Dishut Kalteng, kegiatan pemadaman dilaksanakan di sejumlah lokasi yang tersebar di beberapa kelurahan di Kota Palangka Raya serta satu lokasi di Kabupaten Katingan. “Selain penanganan karhutla, tercatat pula 22 animal rescue dan 40 pemadaman lingkungan. Sementara itu, status tanggap darurat karhutla di Kalimantan Tengah ditetapkan mulai 31 Agustus hingga 29 September 2026,” ujar Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah Agustan Saining, baru-baru ini.

Lokasi pemadaman meliputi Jalan Yusuf Arimatea Blok TPU Hindu dan Buddha di Kelurahan Bukit Tunggal, Jalan Mahir Mahar lingkar luar antara Jalan Damai dan Jalan Duar-Duar di Kelurahan Bukit Tunggal, Jalan Saluang Belum di Kelurahan Marang, Jalan Sahidar Jinu di Kelurahan Kereng Bangkirai, serta Desa Perupuk Tunggal di Kelurahan Sabaru.

Baca Juga  Naik Signifikan, NTP Kalteng Februari 2026 Tercatat 136,33

Selain itu, petugas juga melakukan pemadaman di Jalan Pasir Panjang Gang Marlin II dan Jalan Matal di Kelurahan Kereng Bangkirai, Jalan Petuk Katimpun dan Jalan Dunis Tuan di Kelurahan Petuk Katimpun, Jalan Bukit Keminting belakang Rusun di Kelurahan Palangka, Jalan Mahir Mahar Gang SMP 11 di Kelurahan Bukit Tunggal, Jalan G. Gobos XXVI di Kelurahan Kereng Bangkirai, AMD Perumahan Katimpun Residence di Kelurahan Petuk Katimpun, serta Desa Keruing di Kabupaten Katingan.

Data Posko Dishut Kalteng juga menunjukkan bahwa secara kumulatif sepanjang tahun 2026 telah tercatat 744 titik kegiatan penanganan karhutla dengan total luasan mencapai 286,73 hektare. Capaian tersebut menjadi indikator tingginya intensitas penanganan yang dilakukan selama musim kemarau tahun ini.

“Data kumulatif tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan penanganan karhutla yang dilakukan secara berkesinambungan selama tahun 2026,” kata Agustan.

Pelaksanaan pemadaman terus dilakukan secara terpadu oleh tim di lapangan dengan fokus pada pengendalian api agar tidak meluas ke kawasan lain yang berpotensi terdampak. Penanganan dilakukan sesuai kondisi lapangan dan perkembangan titik api yang masih muncul di sejumlah wilayah.

Baca Juga  UPR Gelar Prosesi Penghormatan Terakhir Untuk Rektor Napa Awat

Menurut Agustan, petugas terus bergerak melakukan pemadaman dan penanganan di berbagai lokasi guna mempercepat pengendalian kebakaran serta meminimalkan dampak yang ditimbulkan terhadap lingkungan dan masyarakat.

Masa tanggap darurat karhutla yang berlaku hingga akhir September menjadi dasar bagi seluruh unsur penanganan untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi munculnya kebakaran baru di berbagai daerah di Kalimantan Tengah.

“Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari penanganan karhutla selama masa tanggap darurat di Kalimantan Tengah,” tandas Agustan. (Red/Adv)

Facebook Comments Box
+ posts