HEADLINEKARHUTLANASIONALPEMKOT PALANGKA RAYAPEMPROV KALIMANTAN TENGAH

Tim Dalkarhutla Tangani Karhutla Seluas 1,07 Hektare

20
×

Tim Dalkarhutla Tangani Karhutla Seluas 1,07 Hektare

Sebarkan artikel ini

PALANGKA RAYA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di Jalan Sahai Karungut, Desa Tuwung, Kecamatan Kahayan Tengah, Kabupaten Pulang Pisau, Rabu (16/9/2026). Kebakaran tersebut berada dalam kawasan konservasi Taman Wisata Alam (TWA) Galeget Tiawu dan ditangani Tim Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhutla) Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah bersama petugas pemadaman darat.

“Petugas mulai melakukan penanganan sekitar pukul 10.41 WIB dengan upaya pemadaman, pembatasan penjalaran api, serta pendinginan,” kata Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah, Agustan Saining, baru-baru ini.

Kebakaran ditemukan pada area yang ditumbuhi semak belukar, pohon geronggang, tumih, kalakai, dan pakis-pakisan. Kondisi vegetasi tersebut menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan petugas karena api dapat menjalar di antara tutupan lahan, sehingga penanganan dilakukan untuk mencegah area terbakar meluas.

“Upaya pemadaman dilakukan sekaligus membatasi penjalaran api agar area yang terbakar tidak bertambah luas,” ujar Agustan.

Baca Juga  Taspen Sosialisasikan Produk dan Layanan Bagi ASN Palangka Raya

Dalam proses penanganan, petugas memanfaatkan sumber air dari sumur bor dengan kedalaman sekitar 20 meter. Sejumlah peralatan turut dikerahkan untuk mendukung pemadaman, terdiri atas satu unit mobil slip on Ayax, mesin pompa Honda WL, selang hisap, lima roll selang tembak, nozzle, serta perangkat komunikasi.

“Pemadaman dan pendinginan terus dilakukan sampai pukul 17.42 WIB,” kata Agustan.

Penanganan yang berlangsung selama sekitar tujuh jam tersebut berhasil mengendalikan kebakaran pada area dengan luas sekitar 1,07 hektare. Petugas melakukan pemadaman secara bertahap dengan tetap memperhatikan kondisi vegetasi dan kemungkinan api menjalar ke bagian kawasan lainnya.

“Setelah api berhasil dipadamkan, petugas tetap melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara yang dapat kembali memicu kebakaran,” ujar Agustan.

Karena berada di kawasan konservasi TWA Galeget Tiawu, penanganan karhutla juga menjadi bagian penting dalam menjaga kondisi kawasan dan tutupan vegetasi di dalamnya. Pemadaman dilakukan tidak hanya untuk menghentikan api yang terlihat, tetapi juga memastikan bagian lahan yang telah terbakar benar-benar aman dari potensi munculnya kembali titik api.

Baca Juga  Jalan Nasional Buntok-Palangka Raya Mulai Ditangani Darurat

Petugas kemudian melakukan pengecekan terhadap area yang sebelumnya terbakar setelah proses pemadaman dan pendinginan selesai. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan tidak terdapat bara maupun titik api yang kembali menyala dan berpotensi menyebabkan penjalaran kebakaran.

“Petugas memastikan area yang terbakar sudah ditangani dan dilakukan pengecekan setelah proses pemadaman serta pendinginan,” tandas Agustan. (Red/Adv)

Facebook Comments Box
+ posts