DPRD KALIMANTAN TENGAHHEADLINEKARHUTLANASIONALPEMKOT PALANGKA RAYAPEMPROV KALIMANTAN TENGAH

Gerak Cepat Tim Dalkarhutla Kalteng Tekan Titik Api Karhutla

20
×

Gerak Cepat Tim Dalkarhutla Kalteng Tekan Titik Api Karhutla

Sebarkan artikel ini

PALANGKA RAYA – Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dilakukan Tim Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhutla) Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah menunjukkan hasil positif. Jumlah titik yang menjadi lokasi pemadaman berhasil ditekan dari 16 titik pada 14 September 2026 menjadi tujuh titik pada 16 September 2026.

Penurunan tersebut terjadi setelah personel Dalkarhutla melakukan penanganan secara cepat dan berkelanjutan di sejumlah wilayah yang terpantau mengalami kebakaran. Sebelumnya, pada 14 September, laporan harian Posko Dinas Kehutanan mencatat 16 titik pemadaman yang tersebar di beberapa kabupaten.

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah Agustan Saining melalui Kepala Bidang Perlindungan dan KSDAE Ansar mengatakan, berkurangnya titik pemadaman tersebut tidak terlepas dari kesigapan personel dalam menangani kebakaran di lapangan.

“Ini membuktikan bahwa dengan gerak cepat dan kerja keras, kita mampu menekan laju kebakaran secara signifikan. Semangat ini sekaligus menjadi motivasi bagi seluruh jajaran Dinas Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhutla) untuk tidak berhenti sebelum api benar-benar padam sepenuhnya,” ucapnya, Kamis (17/9/2026).

Baca Juga  Rapat Perdana DPRD Kalteng Mengagendakan Pembentukan Tim Penyusunan Jadwal dan Tata Tertib

Berdasarkan laporan harian Posko Dishut, 16 titik pemadaman yang tercatat pada 14 September tersebar di sejumlah wilayah, di antaranya Kabupaten Pulang Pisau, Katingan, dan Kotawaringin Timur. Dalam kurun waktu dua hari, jumlah lokasi yang ditangani tersebut turun menjadi tujuh titik pada 16 September.

Ansar menjelaskan, selain penanganan titik kebakaran yang berlangsung pada pertengahan September, kegiatan pengendalian karhutla juga terus dilakukan secara kumulatif sepanjang 2026. Data yang dihimpun mencatat ratusan kejadian kebakaran dengan luas area terdampak mencapai ratusan hektare.

“Secara kumulatif sepanjang tahun 2026, tercatat 858 titik kebakaran dengan luas area terdampak mencapai 320,32 hektar. Tim juga telah melakukan penyelamatan 22 hewan serta 41 kali kegiatan pemadaman lingkungan,” tambahnya.

Upaya pengendalian tersebut masih berlangsung seiring dengan status tanggap darurat karhutla di Kalimantan Tengah yang berlaku sejak 31 Agustus hingga 29 September 2026. Kondisi tersebut membuat pemantauan terhadap perkembangan kebakaran tetap menjadi bagian penting dalam penanganan di lapangan.

Ansar mengingatkan seluruh personel agar tidak mengurangi kewaspadaan meskipun jumlah titik pemadaman telah mengalami penurunan. Setiap perkembangan di lapangan perlu terus dipantau untuk mencegah munculnya kembali titik api yang sebelumnya telah ditangani.

Baca Juga  Pemerintah Kota Palangka Raya Terbitkan Perwali Bebaskan BPHTB Bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah

“Kita tidak boleh lengah. Tetap semangat, bekerja sama, dan pastikan setiap titik api padam total. Kalimantan Tengah harus terjaga dari ancaman kebakaran,” ungkapnya.

Penurunan dari 16 menjadi tujuh titik dalam dua hari menunjukkan bahwa penanganan secara cepat dan konsisten terus memberikan hasil terhadap pengendalian karhutla. Namun, kondisi tersebut tetap membutuhkan kewaspadaan dan kerja berkelanjutan agar titik api yang tersisa dapat dipadamkan sepenuhnya serta mencegah kebakaran Kembali meluas. (Red/Adv)

Facebook Comments Box
+ posts