HEADLINENASIONALPEMKOT PALANGKA RAYAPEMPROV KALIMANTAN TENGAH

Kalteng Siapkan Modifikasi Cuaca Hadapi Ancaman Karhutla

11
×

Kalteng Siapkan Modifikasi Cuaca Hadapi Ancaman Karhutla

Sebarkan artikel ini
FOTO Ist.: Kepala Dinas Kehutanan Kalteng Agustan Saining

PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) menyiapkan operasi modifikasi cuaca (OMC) sebagai langkah tambahan untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih menjadi ancaman di sejumlah wilayah. Upaya tersebut dipersiapkan untuk mendukung pengendalian kondisi lahan, khususnya di kawasan yang memiliki potensi kebakaran, sekaligus mengantisipasi kemungkinan meluasnya api ketika kondisi cuaca dan lingkungan mendukung terjadinya karhutla.

“Direncanakan mulai hari ini atau besok sampai dengan tanggal 20 akan ada operasi modifikasi cuaca,” ucap Kepala Dinas Kehutanan Kalteng Agustan Saining, mewakili Gubernur Kalteng Agustiar Sabran, baru-baru ini.

Pelaksanaan OMC direncanakan berlangsung mulai pertengahan Agustus hingga sekitar 20 Agustus 2026. Program tersebut menjadi bagian dari langkah penanganan karhutla yang dilakukan pemerintah daerah dengan mempertimbangkan kondisi atmosfer dan potensi pembentukan awan di wilayah sasaran. Dengan adanya dukungan modifikasi cuaca, pemerintah berharap kondisi lingkungan dapat lebih mendukung upaya pengendalian kebakaran, terutama pada kawasan yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.

“Pelaksanaan operasi modifikasi cuaca ini akan menyesuaikan kondisi atmosfer, khususnya ketersediaan dan sebaran awan yang berpotensi mendukung pelaksanaan operasi,” kata Agustan.

Baca Juga  Penegakan Hukum Berkeadilan Jadi Sorotan Kuliah Umum UPR

Menurut dia, OMC tidak dapat dilaksanakan tanpa mempertimbangkan kondisi atmosfer di lapangan. Keberadaan awan menjadi salah satu faktor penting yang menentukan apakah operasi dapat dilakukan pada waktu tertentu. Karena itu, pelaksanaan kegiatan akan mengikuti hasil pemantauan terhadap kondisi cuaca sehingga operasi dapat berlangsung secara efektif dan sesuai dengan situasi yang terjadi di wilayah sasaran.

“Dengan demikian, pelaksanaan OMC tidak dilakukan secara sembarangan, tetapi berdasarkan kondisi cuaca di lapangan,” ujarnya.

Agustan menjelaskan, ketersediaan awan yang sesuai menjadi salah satu pertimbangan utama dalam pelaksanaan OMC. Apabila kondisi atmosfer dan sebaran awan memungkinkan, operasi akan dilaksanakan untuk mendukung upaya penanganan karhutla. Sebaliknya, apabila kondisi awan tidak memenuhi persyaratan, pelaksanaan OMC akan disesuaikan dengan perkembangan cuaca dan hasil pemantauan di lapangan.

“Kalau sebaran awannya memungkinkan, maka dilakukan. Tetapi kalau kondisi awannya tidak mendukung, pelaksanaannya menyesuaikan,” jelasnya.

Pemprov Kalteng berharap dukungan OMC dapat memberikan manfaat dalam rangkaian penanganan karhutla, terutama dengan membantu menjaga kelembapan lahan di wilayah yang rawan terbakar. Langkah tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya pencegahan agar kebakaran tidak mudah berkembang dan meluas, sekaligus melengkapi berbagai langkah penanganan yang telah dilakukan pemerintah bersama unsur terkait.

Baca Juga  Jelang HUT RI Ke-79 Tahun, Bank Indonesia Bersama Kemenkes RI dan Pemprov Kalteng Ajak Masyarakat 'Hayu Maja PTB 2024'

“Selain itu, kami berharap dukungan OMC dapat membantu upaya penanganan karhutla, terutama dalam menjaga kondisi lahan tetap lembap dan mengurangi potensi meluasnya kebakaran di kawasan rawan,” tandas Agustan. (Red/Adv)

Facebook Comments Box
+ posts