HEADLINENASIONALPEMKOT PALANGKA RAYAPEMPROV KALIMANTAN TENGAH

Asap Masih Mengepul, Bara Gambut di Jalan Slamet

15
×

Asap Masih Mengepul, Bara Gambut di Jalan Slamet

Sebarkan artikel ini
FOTO Ist.: Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah Agustan Saining turun langsung ke lapangan, ikuti proses pemadaman.

 

PALANGKA RAYA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jalan Slamet, Kelurahan Bukit Tunggal, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya, masih menyisakan bara di dalam lapisan gambut. Kendati api di permukaan telah tidak terlihat, kepulan asap masih muncul dari sejumlah titik sehingga penanganan dan pemantauan tetap dilakukan untuk memastikan seluruh bara benar-benar padam.

“Di sekitarnya memang apinya sudah tidak ada, tetapi kalau kita melihat, di dalamnya masih banyak yang berasap,” kata Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah Agustan Saining saat memantau lokasi karhutla tersebut, baru-baru ini.

Kondisi lahan yang terbakar berada di kawasan Jalan Slamet dan terhubung dengan Jalan Mahir Mahar atau jalur lingkar luar Kota Palangka Raya. Karakteristik gambut yang memungkinkan api bertahan di bawah permukaan membuat proses pemadaman harus dilakukan secara cermat, meskipun kondisi di atas tanah tampak telah aman.

“Karena itu, Dinas Kehutanan Kalteng membagi personel menjadi beberapa tim untuk melakukan penanganan di sekitar lokasi,” ujarnya.

Pembagian personel dilakukan untuk memperluas jangkauan penanganan pada titik-titik yang masih mengeluarkan asap. Sebagian petugas ditempatkan di sisi Jalan Slamet, sedangkan personel lainnya diarahkan untuk menangani kondisi di seberang kawasan guna memastikan tidak ada bara yang luput dari pemantauan.

Baca Juga  Hero Harapanno Mandouw Berharap Tokoh Agama dapat Menjaga Netralitas di Pilkada 2024

“Kami dari Dinas Kehutanan ada satu tim ke sini karena kami bagi. Di seberang ada juga. Tadi sebenarnya dua tim, tetapi kami bagi,” katanya.

Penanganan terhadap gambut yang masih berasap menjadi bagian penting dalam upaya mencegah munculnya kembali api. Bara yang tertinggal di dalam lapisan tanah dapat kembali membesar apabila kondisi mendukung, sehingga proses pendinginan harus dilakukan hingga titik-titik tersebut dipastikan tidak lagi menyimpan panas.

Menurut Agustan, pemantauan tidak hanya difokuskan pada kondisi permukaan lahan, tetapi juga pada titik-titik yang menunjukkan adanya asap dari dalam gambut. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan proses pemadaman berjalan menyeluruh dan potensi karhutla kembali muncul dapat ditekan.

“Jadi, titik-titik yang masih berasap itu kami tangani dan kami pastikan benar-benar dingin, sehingga tidak ada lagi bara yang tersisa di dalam gambut,” ungkapnya.

Agustan berharap penanganan yang dilakukan secara bersama-sama dan pembagian personel di sejumlah titik dapat mempercepat proses pendinginan lahan. Dengan demikian, potensi bara kembali menyala dan menyebabkan kebakaran meluas dapat diminimalkan, terutama pada kawasan gambut yang memiliki karakteristik api dapat bertahan di bawah permukaan.

Baca Juga  UPR Gelar Seminar Nasional Kreativitas Mahasiswa dengan Peserta Lintas Daerah

“Kami berharap upaya ini bisa mempercepat proses pendinginan lahan dan mencegah api muncul kembali,” tandas Agustan. (Red/Adv)

Facebook Comments Box
+ posts