HEADLINEKARHUTLANASIONALPEMPROV KALIMANTAN TENGAH

Hotspot Karhutla Kalteng Kembali Naik Capai 2.340 Titik

5
×

Hotspot Karhutla Kalteng Kembali Naik Capai 2.340 Titik

Sebarkan artikel ini

PALANGKA RAYA – Jumlah titik panas atau hotspot kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah kembali mengalami peningkatan.

Berdasarkan pemantauan Sistem Informasi Deteksi Dini Kebakaran Hutan dan Lahan (SIPONGI) Kementerian Kehutanan, tercatat 2.340 hotspot dengan tingkat kepercayaan medium-high pada 9 September 2026.

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah Agustan Saining mengatakan, perkembangan hotspot tersebut menjadi perhatian dalam upaya pengendalian karhutla di seluruh wilayah Kalteng, terutama karena jumlah titik panas masih mengalami perubahan dari hari ke hari. “Berdasarkan data tersebut, sejumlah daerah tercatat menyumbang hotspot cukup tinggi pada 9 September. Di antaranya Kota Palangka Raya sebanyak 398 titik, Barito Selatan 36 titik, Gunung Mas 34 titik, Kapuas 247 titik, Katingan 218 titik, Kotawaringin Timur 281 titik, Pulang Pisau 560 titik, dan Seruyan 228 titik,” ucapnya baru-baru ini.

Agustan menjelaskan, kenaikan hotspot pada 9 September terjadi setelah jumlah titik panas sempat mengalami penurunan cukup tajam dalam beberapa hari sebelumnya. Kondisi tersebut menunjukkan dinamika karhutla yang masih perlu diwaspadai, khususnya di daerah yang kembali mencatat peningkatan titik panas berdasarkan hasil pemantauan.

Baca Juga  Dewan Kalteng Dorong Pemda Buat Regulasi Pembatasan Zonasi Minimarket

“Secara keseluruhan, data menunjukkan jumlah hotspot mengalami fluktuasi sepanjang periode 2 hingga 9 September. Pada 2 September tercatat 4.861 titik, kemudian turun menjadi 3.552 titik pada 3 September,” tambahnya.

Data pemantauan tersebut memperlihatkan jumlah hotspot kembali meningkat pada 4 September dengan 4.436 titik dan menjadi 5.357 titik pada 5 September. Sehari berikutnya, jumlah titik panas mencapai 5.746 titik yang menjadi angka tertinggi dalam periode pemantauan tersebut, sebelum kemudian turun menjadi 1.824 titik pada 7 September dan 950 titik pada 8 September.

“Namun, pada 9 September jumlahnya kembali meningkat menjadi 2.340 titik. Perubahan ini menunjukkan bahwa kondisi hotspot di Kalteng masih bersifat fluktuatif dan perlu terus dipantau,” ungkap Agustan.

Selain daerah dengan jumlah hotspot cukup tinggi, sejumlah kabupaten juga mencatat titik panas dalam jumlah relatif rendah. Pada 9 September, Barito Timur tercatat satu titik, Barito Utara dua titik, sedangkan Murung Raya tidak mencatat adanya hotspot berdasarkan data pemantauan yang digunakan.

Baca Juga  Penanganan Ruas Jalan Rusak Diperkuat Sinergi Pemerintah Dan Perusahaan

Agustan menyampaikan, pemantauan hotspot menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung langkah pengendalian kebakaran hutan dan lahan. Data tersebut dapat menjadi bahan perhatian bagi daerah dalam mengantisipasi potensi munculnya titik api, terutama ketika kondisi lapangan mendukung terjadinya kebakaran.

“Saat ini, status tanggap darurat karhutla Kalteng berlangsung pada 31 Agustus hingga 29 September 2026. Tingkat kepercayaan data hotspot dalam materi berada pada kategori medium-high,” tandas Agustan. (Red/Adv)

Facebook Comments Box
+ posts