HEADLINENASIONALPEMKAB PULANG PISAUPEMKOT PALANGKA RAYAPEMPROV KALIMANTAN TENGAH

Gambut Persulit Pemadaman, Bara Karhutla Desa Taruna Dipantau

10
×

Gambut Persulit Pemadaman, Bara Karhutla Desa Taruna Dipantau

Sebarkan artikel ini

PULANG PISAU – Petugas Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Kalimantan Tengah memastikan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Trans Kalimantan Palangka Raya–Banjarmasin, Desa Taruna, Kecamatan Jabiren Raya, Kabupaten Pulang Pisau, terus dilakukan untuk mencegah bara api kembali menyala dan meluas. Pemadaman kembali dilakukan karena kebakaran yang terjadi beberapa hari sebelumnya masih menyisakan bara di lahan gambut, Rabu (19/8/2026).

“Karena ini gambut, api bisa masih menyala di dalam tanah meskipun di permukaan sudah terlihat padam. Jadi kami lakukan pendinginan untuk memastikan bara benar-benar mati,” ucap Kepala Bidang Perlindungan dan Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah, Fritno, mewakili Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah Agustan Saining.

Kondisi lahan yang didominasi gambut menjadi tantangan tersendiri bagi petugas dalam memastikan seluruh titik api benar-benar padam. Bara yang berada di dalam lapisan tanah tidak selalu terlihat dari permukaan sehingga proses penanganan dilakukan secara menyeluruh dengan pemadaman dan pendinginan pada titik-titik yang masih menunjukkan tanda adanya bara.

Baca Juga  Pemprov Dorong Kajian Risiko Bencana untuk Perkuat Perencanaan Pembangunan Kalteng

“Petugas juga menggunakan selang tembak dan nozzle gun untuk menyemprotkan air ke titik-titik yang masih terbakar. Pemadaman dilakukan sekaligus dengan membatasi penjalaran api agar tidak meluas,” tambah Fritno.

Dalam operasi tersebut, tim Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhutla) bersama tim pemadaman darat Dishut Kalteng mengerahkan dua mobil tangki berkapasitas masing-masing 4.000 liter dan 10.000 liter. Peralatan tersebut digunakan untuk mendukung penyiraman pada area yang masih terbakar sekaligus memastikan proses pendinginan dapat menjangkau titik-titik rawan.

“Kami tidak ingin api kembali muncul. Karena itu, titik-titik yang masih mengeluarkan bara terus didinginkan dan dipantau,” ungkapnya.

Petugas berhasil melakukan pemadaman pada lahan seluas 0,18 hektare. Meski demikian, penanganan belum dapat sepenuhnya dihentikan karena hingga pemadaman berakhir pada pukul 17.50 WIB, masih ditemukan bara yang berada di dalam lapisan gambut.

Baca Juga  Palangka Raya Prioritaskan Infrastruktur Pendidikan yang Merata

“Kondisi di lokasi berupa semak belukar, pakis-pakisan dan pohon akasia yang membuat api mudah menjalar,” jelas Fritno.

Karakteristik vegetasi di lokasi menjadi salah satu perhatian petugas karena material yang mudah terbakar dapat mempercepat penjalaran api apabila bara kembali muncul. Oleh sebab itu, pendinginan dan pemantauan tetap dilakukan terhadap titik-titik yang dinilai berpotensi kembali terbakar, meskipun kondisi permukaan telah terlihat padam.

“Meski demikian, tidak ada kendala berarti selama proses pemadaman,” tandas Fritno.(Red/Adv)

Facebook Comments Box
+ posts